Membangun Reputasi sebagai Pemimpin yang Dipercaya

Membangun Reputasi sebagai Pemimpin yang Dipercaya

Membangun Reputasi sebagai Pemimpin yang Dipercaya tidaklah mudah. Butuh perjalanan panjang yang berliku. Butuh pengorbanan yang tidak sedikit baik dalam hal waktu, kemampuan dan biaya. Ron Carucci penulis dari delapan buku, termasuk To Be Honest dan Rising to Power. menulisnya dalam laman Harvard Business Review sebagai berikut:

Saya baru-baru ini memberikan umpan balik kepada seorang eksekutif berdasarkan data yang saya kumpulkan, sebut saja dia Gabe. Gane mengatakan, “Orang-orang sulit untuk mempercayai saya.” Dia bersikeras bahwa dia telah menepati komitmennya, memberikan hasil yang baik, dan tidak pernah bertindak curang.

Seperti banyak pemimpin lainnya, dia terkejut mengetahui bahwa standar kepercayaan telah meningkat secara signifikan karena pengalaman kejujuran dan kepercayaan dunia telah terjun bebas. Edelman Trust Barometer 2021 mengungkapkan bahwa pemerintah, LSM, dan media terus kehilangan kepercayaan. Harapan dan definisi orang tentang kepercayaan semakin meluas bagi para pemimpin, dan kini dibutuhkan banyak hal untuk mendapatkan kepercayaan itu.

Temuan studi longitudinal saya selama 15 tahun terhadap lebih dari 3.200 pemimpin tentang kejujuran organisasi yang dilakukan untuk buku saya, To Be Honest: Lead with the Power of Truth, Justice, and Purpose, juga menunjukkan bahwa untuk mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan, para pemimpin harus mempertaruhkan keandalan dan integritas mereka. Mereka tidak memberi Anda reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya. Mereka mungkin akan melabeli Anda sebagai orang yang dapat diandalkan atau mudah diajak bekerja sama, tetapi untuk dipercaya secara konsisten membutuhkan lebih banyak hal. Jika Anda ingin memastikan bahwa orang yang Anda pimpin melihat Anda sebagai orang yang dapat dipercaya, berikut ada empat hal yang harus dikuasai. Penelitian saya menunjukkan bahwa jika Anda melakukannya, Anda akan 16 kali lebih mungkin untuk mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan orang lain.

  1. Jadilah seperti yang Anda katakan.

Sadar atau tidak, kita semua menjalani kehidupan dunia dengan dipandu oleh seperangkat nilai (values) yang tercermin dalam tindakan kita. Kita mungkin mengatakan bahwa kita mempunyai values menghargai belas kasih (compassion), tetapi jika pertanyaan pertama yang kita ajukan saat mendengar seseorang menabrak mobil baru kita di tempat parkir adalah, “Mobilnya rusak parah gak?” dan bukannya “Apakah ada yang luka?” maka dari kalimat itu orang bisa melihat bahwa values kita terhadap belas kasih tidak sesuai dengan yang kita gembar-gemborkan. Orang lain akan menilai kita pribadi yang dapat dipercaya dari kesesuaian antara apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyampaikan nilai-nilai kita sehingga orang lain tahu apa yang diharapkan. Salah satu masalah dalam umpan balik yang diberikan kepada Gabe adalah, bahwa dia secara rutin menyampaikan pentingnya kerja sama tim. Tetapi selama rapat, dia menjadi tidak sabar dengan update yang diberikan timnya. Tanpa sadar, ia menjadi sarkastik dengan umpan balik yang diberikannya. Meskipun dia tidak berniat melakukannya, tapi tindakan mengintimidasi orang lain di depan umum akan membuat orang lain enggan berpartisipasi aktif. Jadi dia kehilangan kepercayaan anggota timnya.

Nilai-nilai yang kita miliki, berfungsi sebagai tolok ukur yang digunakan orang lain untuk “mengukur” pengalaman mereka terhadap kita. Jika kita belum menyampaikannya, orang akan membuat asumsi yang mungkin tidak sejalan dengan apa yang kita yakini. Dan jika kita telah menyampaikannya, seperti yang dilakukan Gabe, berhati-hatilah dalam menjalankannya. Buatlah daftar values kita yang paling penting dan tentukan cara bagaimana agar values itu muncul dalam tindakan sehari-hari.

Manusia memang bukan makhluk sempurna. Selalu ada celah antara apa yang kita omongkan dan apa yang kita lakukan. Tak satu pun dari kita yang konsisten sepanjang waktu. Karena itu, identifikasilah tempat-tempat di mana tindakan kita berlawanan / tidak sesuai dengan values yang kita anut. Contohnya seperti perilaku Gabe dalam rapat. Jika perlu, minta maaf kepada mereka yang pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan tersebut. Jika tidak, seperti halnya Gabe, ada label kemunafikan yang dikaitkan dengan perkataan vs perilaku kita yang akan mengikis kepercayaan dengan cepat. Menunjukkan kerendahan hati untuk mengatasi dampak dari momen-momen itu dapat melipatgandakan kepercayaan yang kita dapat karena orang-orang melihat bahwa kita cukup rendah hati untuk bertanggung jawab ketika kata-kata dan tindakan kita tidak sesuai.

2. Perlakukan orang lain dan pekerjaan mereka dengan baik.

Hasil pekerjaan seseorang sering kali merupakan cerminan dari dirinya: ide, wawasan, dan kecerdasan. Karena itu penting untuk memperlakukan orang yang berkontribusi dengan baik. Orang lebih cenderung mempercayai rekan kerja yang menganggap apa yang mereka lakukan sebagai bagian yang penting dari pekerjaan.

Cobalah ciptakan kesempatan bagi orang lain untuk bersinar. Cari cara untuk memungkinkan agar mereka dapat menunjukkan bakat mereka. Misalnya, undang orang yang tidak memilikijarang kesempatan untuk tampil untuk mempresentasikan proyek penting mereka kepada audiens yang lebih luas. Atau dorong mereka untuk menjadi tuan rumah pertemuan yang kita hadiri untuk mendengar ide-ide cemerlang yang selama ini jarang mendapatkan tempat untuk didengar. Atau kita bisa mengenalkan mereka dengan orang yang kita kenal yang dapat membantu mereka mewujudkan impiannya.

Jika ada kegagalan yang terjadi dalam pekerjaan, pastikan tempat kita adalah tempat yang aman bagi mereka yang mengalaminya. Adalah penting untuk menyeimbangkan antara bersikap kecewa karena kegagalannya dan posisi untuk tetap berada di pihaknya, untuk membantunya keluar dari hal itu.

3. Menyeimbangkan transparansi dan kebijaksanaan.

Membedakan kapan harus rentan dan terbuka dan kapan harus melindungi kepercayaan adalah kunci untuk bersikap transparan dan membangun reputasi sebagai pemimpin.

Jagalah batasan informasi. Perjelas informasi apa yang akan Anda bagikan tentang diri Anda, dan dengan siapa. Mengungkapkan hal-hal tentang hidup Anda, seperti keluarga, minat luar, kehidupan sosial, dan bahkan tantangan tertentu, membuka jendela tentang siapa Anda di balik kepribadian kerja Anda, menciptakan hubungan dan kepercayaan yang lebih besar antara Anda dan orang lain. Selanjutnya, bermurah hatilah dalam berbagi informasi terkait pekerjaan dan jangan pernah memperlakukannya sebagai sumber kekuatan atau menggunakannya untuk memberi sinyal bahwa Anda mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Berbagi informasi tentang status proyek atau yang mungkin membantu orang lain membuat keputusan yang tepat akan memungkinkan mereka melihat Anda sebagai sumber data tepercaya yang bermanfaat. Terakhir, pastikan kita menjaga kepercayaan. Jauhi gosip dan rumor di organisasi. Orang yang telah memercayai Anda dengan informasi sensitif tidak boleh merasa bahwa kepercayaan mereka salah tempat.

Tawarkan dan undang perbedaan pendapat dan umpan balik. Perkuat suara orang lain melalui ritual yang mengundang orang untuk menawarkan ide-ide out-of-the-box dan umpan balik yang jujur atau mengungkapkan kerentanan pribadi. Misalnya, buka rapat dengan meminta orang-orang menuliskan ide, umpan balik, atau pertanyaan pada kartu indeks dan kemudian secara acak memilih satu atau dua untuk didiskusikan. Melakukan ini secara anonim untuk memulai membuatnya aman bagi orang untuk berpartisipasi secara bebas.

4. Membangun jembatan yang menyatukan.

Langkah berikutnya dalam membangun reputasi sebagai pemimpin adalah: Mereka yang membantu menciptakan rasa persatuan di seluruh organisasi mereka akan jauh lebih dipercaya daripada mereka yang melanggengkan perpecahan.

Ubah saingan menjadi kaki tangan. Sebagian besar pekerjaan terpenting organisasi terjadi melintasi batas-batas departemen. Sayangnya, batasan-batasan itu menciptakan silo, dan mereka yang mencoba melewatinya dapat menjadi saingan, seringkali karena metrik dan prioritas yang berbeda atau akumulasi ketidakpercayaan. Namun, nilai terbesar yang diciptakan dalam organisasi juga terjadi pada area di mana fungsi-fungsi utama bertemu. Misalnya, tim penjualan dan tim pemasaran harus menciptakan pengalaman pelanggan yang luar biasa. Mereka yang membangun aliansi melintasi batas-batas itu mendapatkan kepercayaan yang lebih besar, tidak hanya dari tim mereka sendiri, tetapi juga dari tim yang pernah mencemooh mereka. Keberanian untuk melayani kebaikan yang lebih besar dengan orang lain dari pada tetap bermusuhan dengan mereka menunjukkan kesediaan untuk mengesampingkan ego dan memercayai orang-orang yang mungkin pernah Anda perjuangkan untuk percaya — pada gilirannya, mengundang kepercayaan yang lebih besar.

Lihat dan dengarkan detail penting yang dibagikan orang-orang tentang kehidupan mereka — mungkin hobi, perjalanan baru-baru ini yang mereka lakukan, atau aspek kehidupan keluarga mereka — karena ini menawarkan jalan masuk penting untuk menumbuhkan rasa memiliki. Ekspresikan antusiasme yang tulus untuk mendengar lebih banyak tentang apa yang kita pelajari dari mereka. Ketika orang percaya bahwa kita peduli dengan hal-hal yang mereka pedulikan, kita membuat mereka merasa disambut. Dan semakin kita belajar tentang apa yang penting bagi orang lain, terutama orang yang berbeda dari kita, semakin kecil kemungkinan kita salah menilai mereka dan mengamankan tingkat kepercayaan mereka yang lebih besar.

Tidak ada mata uang dalam kehidupan organisasi yang lebih berharga daripada kepercayaan. Dalam membangun reputasi sebagai pemimpin di masa ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat penting untuk mendapatkan dan menjaga kepercayaan orang lain setiap hari. Jika Anda berharap untuk menikmati karier dengan pengaruh yang besar di kemudian hari, mulailah dengan mengembangkan reputasi yang dapat dipercaya. Ingat, seorang kolega berbagi cerita tentang pengalaman mereka tentang kita di meja makan mereka. Cerita apa yang kita harapkan mereka ceritakan?

gambar: entrepreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *