FUEL Coaching Model

FUEL Coaching Model

FUEL Coaching Model adalah salah satu coaching model yang diperkenalkan oleh John H Zenger & Kathleen Stinnett yang di tulis di dalam buku The Extraordinary Coach, How the Best Leaders Help Others Grow. Sesuai dengan namanya, FUEL coaching model – yang terdiri dari empat huruf – maka model ini mempunyai empat tahapan dalam proses coaching. Empat tahapan tersebut adalah:

F: Frame the conversation, di tahap ini kita menentukan apa topik / konteks yang akan dibahas dan apa batasannya (menyetujui tujuan, proses & hasil yang diinginkan dari diskusi yang terjadi). Di tahap ini ada tiga hal penting:

  1. Mengidentifikasi perilaku yang diinginkan atau isu yang akan didiskusikan. Jika inisiatif dimulai dari coach maka coach bisa bertanya, “Apa hal paling penting yang ingin kita fokuskan hari ini?” Atau jika coachee yang memulai ia bisa bertanya, “Saya ingin membahas mengenai …..” (topik / isu yang ingin dibahas)
  2. Menentukan tujuan sesi coaching atau outcome yang ingin di dapat. Jika dimulai oleh coachee ia bisa mengatakan, “Setelah sesi ini saya ingin mendapatkan tentang…” Atau jika coach yang bertanya, “Apa yang ingin Anda capai dari sesi ini?” Atau, “Bagaimana caranya agar saya bisa membantu Anda dalam hal ini?”
  3. menyetujui proses yang terjadi. Bisa dilakukan dengan kalimat, “Jadi, begini tahapannya … Bagaimana, setuju?”

U: Understand the current state, di tahap ini kita memahami kondisi yang sedang terjadi pada coachee saat ini. Dalami keadaan yang sedang terjadi saat ini dari sudut pandang coachee, perluas kesadaran coachee tentang situasi tersebut untuk mencari masalah yang sebenarnya. Di tahap ini ada tiga tahapan penting:

  1. Memahami sudut pandang coachee. ini bisa dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang relevan dengan kondisi coachee. Misalnya:
    • Apa yang terjadi?
    • Apa yang sudah baik?
    • Bagaimana Anda melihat situasi ini?
    • Apa tantangannya?
    • Bagaiamana orang lain melihat kondisi ini?
    • Bagaimana Anda bisa berkontribusi di kondisi ini?
  2. Menentukan konsekuensi untuk tahapan yang akan diambil. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan antara lain:
    • Apa dampaknya kejadian ini kepada Anda?
    • Apa dampaknya kepada orang lain?
    • Apa konsekuensinya jika jika situasinya tidak berubah?
    • Bagaimana hal ini akan mempengaruhi tujuan yang Anda ingin raih?
    • Apa dampak jang panjangnya?
  3. Menawarkan perspektif coach, jika diperlukan. Berhati-hatilah ketika mencoba menawarkan perspektif dari coach. Beberapa kalimat yang bisa digunakan antara lain:
    • Bisakah saya bisa berbagi mengenai observasi yang saya lakukan dari sesi kita?
    • Bolehkah saya menawarkan hal lain untuk dipertimbangkan?

E: Explore the desired state, di tahap ini kita menggali kemungkinan yang diharapkan. Artikulasikan visi kesuksesan dalam skenario ini & jelajahi berbagai jalur alternatif sebelum memprioritaskan metode untuk mencapai tujuan. Ada empat hal yang bisa digali di tahap ini yaitu:

  1. Memahami visi sukses coachee. Pertanyaaan yang diajukan antara lain:
    • Apa yang ingin Anda lihat/terjadi di sini?
    • Seperti apa kondisi ideal yang Anda inginkan?
  2. Menentukan goal dan ekspektasi dari performa yang akan dicapai. Pertanyaan yang diajukan antara lain:
    • Apa goal Anda?
    • Apa yang ingin Anda raih?
  3. Mengeksplorasi alternatif tindakan yang akan diambil
    • Tindakan apa saja yang akan dilakukan?
    • Ada lagi yang lain?
  4. Mengeksploraso kemungkinan hambatan yang timbul
    • Apa hambatan besar yang menghalangi perubahan ini?
    • Dari mana hambatan besar ini berasal?

L: Lay out a success plan, adalah tahap terakhir FUEL coaching model. Di tahap ini kita membuat rencana bagaimana cara mencapainya. Identifikasi langkah-langkah tindakan spesifik dan berbatas waktu yang harus diambil untuk mencapai hasil yang diinginkan & menentukan tonggak untuk tindak lanjut & akuntabilitas. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Membuat kesepakatan tentang action plan yang akan dilakukan beserta timeline-nya.
    • Apa tindakan spesifik yang akan membuat goal Anda terwujud?
    • Apa langkah pertamanya?
    • Kapan Anda akan memulai?
  2. Mendata support dari siapa saja yang bisa membantu
    • Siapa yang akan mensupport Anda dalam prosesnya?
    • Bagaimana saya bisa membantu?
  3. Menetapkan tahapan pencapaian (milestones) dan akuntabilitas
    • Oke, mari kita review timeline beserta actionnya

Inilah langkah-langkah dalam FUEL Coaching Model, semoga bisa membantu Anda untuk mencapai goal yang Anda inginkan.

gambar: formacao.manz.pt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *