Alexander Graham Bell

Alexander Graham Bell

Alexander Graham Bell lahir di Edinburgh, ibu kota dan kota kedua terbesar kedua di Skotlandia. Keluarganya banyak menaruh minat pada penelitian tentang bunyi dan suara. Kakeknya, yang juga bernama Aleander Bell (generasi pertama) adalah seorang pemain drama yang selalu berusaha untuk menyempurnakan bagaimana ia dapat bersuara dengan jelas sehingga pesannya bisa diterima penonton dengan baik. Ia menjadi pengajar ilmu berbicara yang baik (bagi orang bisu tuli) di London, Inggris.

Ayahnya, Alexander Melville Bell (Generasi kedua) adalah ilmuwan yang menyelidiki bagaimana suara terbentuk. Ia meneliti peran lidah, bibir, mulut, tenggorokan serta pernafasan dalam membentuk suara. Ia membuat sketsa bagaimana bentuk mulut sewaktu mengucapkan suara tertentu. Dari sketsa itu ia menciptakan kode gambar “suara yang tampak” yang dipergunakannya untuk mengajar orang yang bisu tuli untuk berbicara.

Alexander Graham Bell, generasi ketiga, di didik sendiri oleh ibunya yang seorang ahli musik dan artis. Dengan bekal pendidikan dari ibunya ini kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah. Pada usia 16 tahun, ia sudah menjadi pengajar ilmu berbicara yang baik bagi orang yang bisu-tuli. Ia kemudian mendapat ide untuk mengirimkan suara dengan bantuan listrik. Ide ini didapatnya setelah ia membaca buku Fisika yang dikarang oleh Herman Helmholtz, “Sensasi Nada.”

Selain membantu ayahnya di sekolah ilmu berbicara di London, Graham Bell mempelajari anatomi dan fisiologi di Universitas College, London. Tak disangka, dua orang saudaranya meninggal karena TBC. Graham pun menunjukkan gejala yang sama. Akhirnya ayahnya memutuskan pindah ke Ontario, Kanada dengan iklim yang lebih baik untuk pengobatan TBC.

Di Kanada, sistem pengajaran yang diciptakan ayah Graham Bell untuk mengajar orang bisu-tuli mendapat sambutan yang sangat baik. Banyak orang tertarik untuk belajar sehingga permintaan orang untuk mengajarkan kepada orang bisu-tuli pun meningkat. Setelah beberapa lama di Ontario, Graham kembali lagi ke London dimana ia mendirikan sekolah untuk penyandang bisu-tuli. Karena kesabaran dan kebaikan hatinya, serta sistem pengajaran yang diterapkan di sekolahnya membuatnya menjadi terkenal.

Pada umur 26 tahun, Alexander Graham Bell di tunjuk menjadi Profesor Ilmu Fisiologi Suara di Universitas Boston. Di Boston pula ia bertemu dengan gadis yang kelak menjadi istrinya. Karena seringnya melihat orang antri di kantor telegram untuk mengirim telegram satu per satu, ia kemudian menemukan suatu cara agar sekaligus enam orang bisa mengirim telegram. Cara ini kemudian diberi nama Telegram Harmonis dan mendapat paten di tahun 1874.

Berikutnya Graham Bell menemukan alat yang disebut phonoautograph yang berfungsi untuk merubah arus listrik menjadi suara. Ia mendapat paten penemuan telepon tahun 1876, dimana saat itu penyelidikan tentang telepon masih berlangsung. Penemuannya sendiri sebenarnya karena ketidaksengajaan. Suatu ketika saat ia sedang memasang peralatan telponnya, ia menumpahkan cairan asam ke celananya. Reflek ia memanggil asistennya yang ada ruangan lain, dan di lantai lain. Asistennya terkejut karena bisa mendengar suara Graham Bell dari alatnya. Setelah Kaisar Brazilia mencoba alat tersebut dan terkesan dengan fungsinya, Graham Bell mulai tenar. ia mendirikan perusahaan telepon yang bernama Bell.

Tahun 1880, Alexander Graham Bell menerima hadiah Volta sebesar 50.000 franc dari pemerintah Perancis. Uang ini lalu digunakan untuk mendirikan sebuah laboratorium di Washington, Amerika Serikat. Di laboratorium ini ia menemukan bahwa kristal Selenium bisa digunakan untuk memancarkan suara melalui cahaya. Ini adalah penemuan pertama pancaran suara yang tidak menggunakan kabel. Di laborarotium ini ia juga menyempurnakan penemuan Edison, Phonograph, menjadi Gramaphone.

Bell lalu mendirikan Biro Volta, untuk penyelidikan mengenai ketulian. Ia menyadari bahwa apa yang didapatnya berawal dari keinginannya untuk mengajar mereka yang tuli dan bisu untuk berbicara. Bell kemudian resmi menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia lalu mendirikan laboratorium lagi di Pulau Cape Breton, Nova Scotia. Ia mulai tertarik pada layang-layang besar yang bisa mengangkat manusia. Ia banyak tertarik pada hal-hal yang berbau keilmuan.

Tahukah Anda bahwa dialah yang mendirikan National Geographic Society dan menerbitkan majalah Science?

Sumber dan gambar: 1001 Tokoh Penemu paling berjasa bagi umat manusia, Editor: Iwan Gayo, Iwan Gayo Associates, 1987, Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *