Perusak Mimpi

Perusak Mimpi

Oleh: David J Schwartz.

Perusak Mimpi.Selama beberapa dasawarsa saya telah mendapatkan keistimewaan bertemu dan berinteraksi dengan ribuan orang dari latar belakang sosial budaya yang berbeda. beberapa diantaranya mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan beberapa lagi tidak memiliki pendidikan formal. Beberapa berasal dari keluarga kaya dan beberapa lagi kebalikannya. Mereka semua mewakili ratusan jenis pekerjaan dan kebangsaan.

Tapi, hanya sebagian kecil dari mereka mendapatkan kesuksesan yang luar biasa dalam penghasilan, keluarga yang bahagia dan memiliki status sosial yang terpandang di dalam masyarakat. Setelah melakukan beberapa studi, ternyata mereka yang sukses adalah mereka yang mempunyai mimpi-mimpi besar serta berinteraksi dengan orang-orang yang mendorong semangat mereka dalam mencapai tujuan.

Sementara, sebagian besar mereka yang memiliki kehidupan yang kurang baik, mereka tidak memiliki mimpi. Atau, kalau mereka memiliki mimpi pun mereka ‘menutup diri’ mereka dengan perusak mimpi dan ‘mentertawakan’ orang lain yang memegang teguh mimpinya dengan menyodorkan ‘bukti’ bahwa mimpi itu tidak bisa diraih.

Perusak mimpi #1: Tidak memiliki cukup pendidikan.
Pendidikan sampai pada suatu titik memang diperlukan. Namun, mempercayai bahwa dengan berbekal hanya dengan pendidikan dapat mencapai kesuksesan yang dibayangkan adalah pemikiran yang naif. Sejarah menunjukkan ada banyak orang orang yang mengoperasikan perusahaan besar tidak mempunyai pendidikan yang memadai. Pendidikan memang diperlukan sebagai syarat, tetapi bukan resep utama.

Perusak mimpi #2: Tidak cukup modal untuk memulai sendiri.
Sejak dulu, banyak orang yang bermimpi memiliki usaha sendiri. Tetapi, berapa banyak ide yang dihancurkan oleh orang-orang yang berkata, “Anda belum mempunyai cukup uang. Lupakan saja hal itu.”
Istilah ‘Tidak cukup Modal’ diciptakan oleh mereka yang di dalam dirinya kekurangan daya / low batt untuk bermimpi. Mereka belum memaksimalkan imajinasi dan kreativitas yang bisa mereka eksplorasi dari dalam diri.
Jika Anda butuh nasehat, carilah orang-orang pembangun mimpi dan bukan orang-orang yang merusak mimpi.

Perusak mimpi #3: Jangan mimpi terus! realistis dong!
Anda pasti pernah mendengar ada orang yang mengatakan itu. Tidak ada salahnya dalam pernyataan di atas. Namun, marilah kita berfikir sejenak. Mari menganalisa. Semua bisnis, semua gedung, jalan raya, sekolah, rumah, semuanya.. adalah sebuah mimpi sebelum menjadi wujudnya yang sekarang. Orang yang terlalu hati-hati tidak akan pernah meraih mimpinya, karena mereka terlalu takut untuk bermimpi akan apa yang ingin mereka raih.

Jika ada orang yang mengatakan Anda bodoh karena bermimpi, analisalah perkataan orang itu, dan mungkin dia adalah orang yang hidupnya sedang-sedang saja, menjalani hari biasa-biasa saja, dan bukan jenis manusia yang Anda inginkan.

Perusak mimpi #4: Bidang itu sudah penuh sesak
Kenapa harus mimpi yang itu? Bidang itu sudah penuh sesak. Banyak pesaing. Tingkat kegagalannya tinggi. Bisnis restoran sering kali digambarkan sebagai bisnis yang sudah penuh sesak dengan tingkat kegagalan yang tinggi dibanding dengan yang lainnya. Namun, seorang kawan saya yang masih muda, setelah melarikan diri dari Rusia, dan tidak tahu bahwa kegagalan bisnis restoran di Amerika tinggi, ingin masuk ke bisnis ini. Maka, dengan tabungannya yang sedikit dia membuka toko roti. Setiap hari dengan tekun ia menjalankan bisnis toko rotinya. Mimpinya adalah dapat membuat roti lebih banyak dari pesaingnya. Kini, ia sudah bersiap-siap untuk membuka toko roti lagi.

Perusak mimpi #5: Tidak cukup waktu
Ini adalah hal klise yang sering kita dengar. Padahal semua orang mendapatkan jatah waktu yang sama dalam sehari, sebulan, setahun. Anehnya, kenapa waktu yang sama bagi A cukup sedangkan bagi B tidak cukup. Berarti ada yang salah dalam manajemen waktu yang dilakukan B!
Jika kita sangat menginginkan sesuatu, istilah tidak cukup waktu adalah istilah yang aneh. Jangan-jangan malah kita ‘tidak menginginkan’ impian kita sendiri.

Perusak mimpi #6: Keadaan ekonomi sedang buruk
Sama dengan nomer lima, ini adalah alasan abadi dari masa ke masa kenapa orang tidak segera mewujudkan mimpinya. Ekonomi lagi buruk, mana ada klien yang akan membutuhkan jasa kita? Jika menunggu sampai ekonomi membaik, kira-kira siapa ya yang dapat memastikannya?

Literatur : David J Schwartz, Bagaimana Mewujudkan Impian Anda, Binarupa Aksara, 1993
gambar: goodfon.su
Motivasi – Perusak Mimpi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *