Perencanaan dalam Organisasi

Perencanaan dalam Organisasi

Stoner, Freeman & Gilbert dalam buku Management menyebutkan bahwa perencanaan adalah proses menetapkan sasaran dan memilih cara untuk mencapai sasaran tersebut. Tanpa rencana, manajer tidak akan dapat bekerja dengan efektif karena tidak ada panduan baku dalam mencapai kinerja berdasarkan perencanaan yang dibuat. Dengan rencana yang sudah ditetapkan saja sering terjadi yang namanya rencana yang meleset. Apalagi tanpa rencana, bisa dipastikan bahwa manajer dan tim yang dipimpinnya hanya akan mempunyai peluang kecil untuk mencapai target kinerja yang dibebankan kepadanya. Karena itulah perencanaan dalam organisasi memegang peranan yang sangat penting.

Hierarki Perencanaan
Ada dua macam rencana organisasi.
1. Rencana Strategis (Strategic Plan), adalah rencana yang didesain oleh manajer puncak untuk menentukan sasaran kinerja secara luas dalam organisasi.
2. Rencana Operasional (Operational Plan), adalah rencana yang berisi rincian / untuk menterjemahkan rencana strategis ke dalam pekerjaan sehari-hari.

Contohnya, dalam sebuah perusahaan garmen, rencana strategisnya adalah menentukan bagaimana produk dan jasa akan diposisikan terhadap pesaing baru, menentukan siapa target pasarnya, menentukan ke daerah / negara mana saja produk akan dipasarkan. Sedangkan rencana operasionalnya adalah berkaitan dengan bagaimana mengatur pemakaian bahan bahan baku, mengatur penggunaan listrik, efektivitas mesin produksi, jumlah tega kerja yang terlibat untuk produksi, dan lain-lain.

Baik rencana strategis maupun rencana operasional dibuat dan dilaksanakan secara hierarki. Organisasi yang besar seringkali mempunyai staf profesional yang tersentralisasi atau terdesentralisasi yang khusus untuk membuat rencana. Sementara dalam organisasi yang lebih kecil, rencana ditetapkan oleh sebuah komite eksekutif atau bahkan menajer dan beberapa karyawan kunci yang bertemu untuk melakukan sumbang saran mengenai rencana yang akan dijalankan. Bahkan kadang-kadang dewan direktur mengambil peran aktif dalam penentuan sasaran strategis.

Perbedaan rencana Strategis dan Operasional
1. Kurun Waktu: rencana strategis melihat beberapa tahun ke depan, sementara rencana operasional hanya melihat periode tahunan.
2. Cakupan: Rencana strategis mempengaruhi organisasi secara luas sedangkan rencana operasional mempunyai cakupan yang sempit dan terbatas.
3. Tingkat Rincian: Rencana strategis dinyatakan dalam bahasa / istilah yang sederhana dan umum, tetapi luas sehingga dapat mengarahkan organisasi untuk memikirkan operasionalnya secara umum. Sedangkan dalam rencana operasional dibuat lebih mendalam dan lebih detail.

pic:buildstore.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *