Pebisnis Restoran

Pebisnis Restoran

Oleh: Dr. Ir. H. Wahyu Saidi, M.Sc.

Pebisnis restoran harus mampu memuaskan konsumen secara fisik dan mental. Secara fisik ia dapat menyajikan masakan yang memberikan kepuasan kepada lidah konsumen. Secara mental, pebisnis restoran memberikan kepuasan kepada konsumen dari makanan, suasana maupun pelayanannya.

 

A. Pebisnis Restoran Adalah Entrepreneur Sekaligus Entertainer
Pengusaha restoran yang sukses adalah gabungan dari karakter seorang pengusaha andal dengan penghibur jempolan. Penghibur artinya bisa penyanyi, aktor, pelawak, bahkan pesulap. Selain menyajikan masakan yang lezat, pebisnis restoran juga dituntut untuk melayani dan menghibur konsumen. Sebenarnya, bisnis restoran memang sederhana, yang terdiri dari menjual makanan dengan pelayanan sejumlah orang. Namun, cobalah untuk menganggap restoran Anda sebagai sebuah teater. Dijamin akan lebih sukses.

Bila Anda menganggap restoran sebagai teater, menu bisa dianggap sebagai naskah skenario, para pekerja sebagai aktor, dan konsumen sebagai pengunjung teater. Di sini dibutuhkan harmonisasi yang tinggi dari Anda sebagai sutradara atau pengelola untuk mengatur semuanya dengan baik. Anda harus mampu membuat konsumen terus berkunjung berkali-kali dengan “pertunjukan” yang memuaskan.
Anda bisa bertanya kepada konsumen apakah mereka terpuaskan oleh sajian naskah skenario dan aktor di restoran Anda. Anda juga bisa meminta mereka memberikan masukan untuk perbaikan mutu makanan dan pelayan.

B. Kemampuan Diri
Selain ketidakseriusan, penyebab lain kegagalan dalam berbisnis adalah kurangnya kemampuan. Bila Anda hendak membangun bisnis restoran, tentunya Anda harus memiliki kemampuan analisis pasar, manajemen restoran, dan masak-memasak. Bila Anda tidak memiliki kemampuan itu, belajarlah dari orang-orang yang tahu dan sudah berpengalaman dalam bisnis restoran.

Sebaiknya Anda lihat penyebab lain dari kegagalan berbisnis restoran di bawah ini:
1. Pemilihan lokasi yang salah atau tidak strategis. Bila Anda membangun restoran berkelas tinggi sebaiknya Anda memilih lokasi perkantoran atau supermarket. Jangan memilih lokasi pemukiman.

2. Terlalu optimis dengan menu masakan. Menguasai suatu masakan adalah kelebihan yang patut disyukuri. Tetapi, sangat penting jika Anda sesuaikan masakan Anda dengan lidah konsumen!

3. Menunggu bola, tidak menjemput bola. Cara menarik konsumen adalah memberi diskon untuk masakan tertentu di hari tertentu atau memberikan makanan ringan secara gratis.

4. Pelayanan yang kurang baik. Bila konsumen merasa nyaman, kemungkinan mereka kembali ke restoran Anda. Tentunya ditunjang dengan menu masakan yang lezat, tempat yang bersih, sejuk dan tenang.

5. Tidak ada menu yang istimewa. Ciptakan menu yang berbeda dan tidak terdapat di restoran lain. Sekali lagi, sesuai dengan lidah konsumen.

6. Tidak menjaga kualitas rasa. Jangan mengecewakan pelanggan dengan kualitas rasa yang berkurang atau berbeda saat di awal.

7. Menaikkan harga besar-besaran. Jangan selalu berpikir untuk memperoleh keuntungan besar karena Anda bisa kehilangan pelanggan-pelanggan Anda. Oleh karena itu, jika Anda ingin menaikkan harga, lakukan secara bertahap.

8. Tidak bersahabat dengan para pegawai. Jadilah atasan yang dicintai bawahan. tentunya, Anda juga harus mulai mencintai mereka.

9. Pengeluaran kecil yang sering diabaikan. Dalam dunia kerja profesional, pengeluaran sekecil apa pun harus dicatat. Pengeluaran – pengeluaran kecil jika diakumulasi selama satu tahun, tentunya menjadi besar.

Sumber: Asyiknya Berbisnis Restoran, Penerbit Enno Media, 2007.
gambar: digitaltrends.com
Pebisnis Restoran
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *