Pahlawan Amnesia

Pahlawan Amnesia

Oleh: Dimas Firdaus*)

Mungkin Anda bertanya-tanya apa sih Pahlawan Amnesia? Pahlawan Amnesia menurut saya pahlawan yang lupa akan jasanya sendiri dan melupakan apa yang pernah diperjuangkannya selama ini serta memberikannya kepada penjajah.
Menurut saya ini analogi yang cocok untuk keadaan kita saat ini. Kita sering melupakan dengan apa yang pernah kita perjuangkan. Pernahkah Anda merasakan hal itu?

Hal ini sama halnya dengan keadaan negara kita saat ini. Kenapa bangsa kita sekarang jadi semakin terpuruk? Katanya salah pemimpinnya. Apakah benar? Lalu kenapa semua yang merasakan hal itu hanya diam saja. Menurut saya itu mungkin salah satu faktor, tapi bukan itu sebenarnya.
Saya pernah merasakan ini bahkan saya baru menyadari hal ini. Dahulu kawan-kawan saya mendirikan sebuah organisasi yang cukup besar, hingga saya mengikutinya. Saya senang sekali mendapatkan banyak kawan baru, pengalaman baru, pelajaran baru. Tapi seiring jalannya waktu, lama kelamaan organisasi ini seperti mati suri dan mungkin bisa mati beneran (tinggal nama saja). Pertanyaan yang mungkin muncul di benak Anda mungkin, Kok bisa terjadi? Kenapa demikian?

Sama halnya dengan Anda, saya pun juga bingung kenapa hal ini bisa terjadi. Tapi setelah ditelusuri, akhirnya saya menemukan jawabannya. Organisasi ini mati suri terlihat ketika adanya pergantian ketua. Bodohnya saya, setelah bertahun-tahun larutnya saya baru menyadari ternyata penyebabnya bukan itu, tetapi kami semua seperti AMNESIA, yang lupa akan semua perjuangan kami untuk berlangsung organisasi ini. Ya, saya menganggap diri kami pahlawan, karena ketika melihat kenangan kami dahulu, banyak sekali perjuangan kami untuk membesarkan organisasi ini. Bukankah Pahlawan adalah orang yang berjuang?

Organisasi ini adalah organisasi sosial yang berisikan remaja-remaja disekitar tempat tinggal kami. Dan saya menyadari bahwa saya dan teman-teman saya adalah PAHLAWAN AMNESIA. Mengapa begitu? Pasti teman-teman saya marah kalau saya bilang amnesia. Tapi menurut saya itulah memang yang terjadi. Mengapa?

Hanya gara-gara pergantian pemimpin, semua yang telah diperjuangankan oleh teman-teman saya hampir tidak ada lagi di organisasi ini. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal Pemimpin cuma 1 orang, kami ada 30 orang lebih jika kami semua masih solid. Tetapi kenapa menjadi kami yang menyingkir? Bukankah ini suatu kebodohan? 1 lawan 30 orang, yang menang yang 1 orang? Itu pula pertanyaan yang ada di benak saya, sama seperti yang Anda tanyakan.
Hal ini bisa terjadi. Sangat sangat bisa terjadi. Jika 30 orang pahlawan itu menjadi amnesia. Bahkan sesama yang amnesia bisa saling menyakitkan teman-teman yang lainnya dengan perkataan satu sama lain.

Saya pernah mengajak teman-teman saya untuk kembali bersama untuk setidaknya dalam satu bulan kami mengadakan kegiatan yang biasanya rutin kami lakukan. Namun, semua teman-teman saya sudah sepertinya sudah tidak peduli lagi. Ya, sama seperti saya, dengan alasan SIBUK.
Saya rasa semua orang sibuk. Tidak ada yang tidak sibuk. Bahkan orang malas pun juga sibuk, sibuk untuk memalaskan dirinya. Pertanyaannya, apakah itu penting buat Anda? Seberapa pedulinya Anda?

Ya, akhirnya saya menemukan pertanyaan ini untuk diri saya sendiri. Jika memang ini penting, maka sesibuk apapun, maka kita akan prioritaskan. Apakah makan itu penting? Sesibuk apapun kita, jika memang kita lapar, maka kita akan makan. Permasalahannya, jika makan ada pengingat dari tubuh kita, yaitu lapar. Tetapi untuk sebuah organisasi sosial apakah ada? Saya bisa pastikan TIDAK ADA. Dan ini yang membuat kita menjadi AMNESIA.
Kita telah lupa apa yang kita perjuangkan dulu, Kita telah lupa dulu ini menjadi penting dalam hidup kita, Kita telah lupa semua kenangan-kenangan kita, suka dan duka kita di dalam organisasi.

Banyak dari teman-teman saya yang menganggap ini tidak penting, karena mereka beranggapan ini bukan eranya mereka lagi. Sekarang sibuk mencari nafkah. Yang lebih miris lagi, tidak adanya regenerasi karena mungkin mereka berfikiran sama, ini sudah tidak penting lagi.
Ketika sebelum saya menulis ini, saya menyadari bahwa memang kalau dilihat secara duniawi ini tidak penting sama sekali. BUKAN URUSAN SAYA. Tapi, jika kita memang pejuang, seorang pahlawan, terlebih itu adalah perjuangan kita dulu, kita BERHAK dan PENTING untuk memperjuangkan itu kembali. Selagi semuanya masih dalam batas norma-norma yang laku.

Memang balasan duniawi tidak ada, tapi apakah kita berfikir jika organisasi sosial ini berkembang, ini bisa menjadi peluang usaha teman-teman yang nantinya. Ya, mungkin pikiran saya yang terlalu jauh kearah sana. Tapi, bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberi manfaat bagi orang lain? Apakah kita tidak mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan perjuangan kita? Manfaat yang telah kita berikan kepada orang lain? Ya pasti dapat, ganjaran itu bukan dari saya, atau pengurus yang lain. Ganjaran itu dari pencipta kita. Allah SWT. Wallahua’lam.

*) Dimas Firdaus, Orang biasa yang mencoba berkarya demi kemajuan bangsa
gambar: fajrianisitielf.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *