Otak Manusia (2)

Otak Manusia (2)

Oleh: Joyce Wycoff.

Menurut Anda, Seberapa hebatnya kekuatan otak Anda dan seberapa banyak yang Anda gunakan? Sepuluh persen? Dua puluh persen? Lebih dari dua puluh persen?

Pada tahun 1950-an, ahli ilmu jiwa memperkirakan bahwa rata-rata orang menggunakan lima puluh persen kapasitas otaknya. Pada 1960-an dan 1970-an, perkiraan tersebut turun menjadi sepuluh persen. Pada 1980-an, hal tersebut turun lagi menjadi satu persen. Sekarang, pada tahun 1990-an. Perkiraan tertinggi adalah 0,01 persen atau lebih kecil lagi.

Perkiraan kemampuan otak ini bukan pencerminan menurunnya kecerdasan global, melainkan lebih merupakan suatu ungkapan kemampuan kita yang makin canggih dalam mengukur potensi otak. Salah satu peneliti otak yang paling terkemuka, Profesor Protoyor Anokhin, mengumumkan hasil perkiraan ilmiahnya tentang jumlah pola pemikiran yang mampu dihasilkan oleh rata-rata otak manusia. Perkiraannya, yang menurutnya masih sangat konservatif, adalah lebih besar daripada jumlah atom di seluruh alam semesta.

Dalam massa otak yang keriput, berwarna abu-abu, dan berbobot sekitar 1,5kg terdapat sekitar 10 sampai 15 miliar sel saraf yang mampu membuat 10 pangkat 800 jalur! Kita umumnya tak akan dapat memahami arti potensi tersebut karena hal itu tak terbayangkan besarnya.

Richard Restak, M.D., dalam bukunya, The Brain, menyatakan “otak manusia dapat menyimpan informasi lebih banyak daripada seluruh perpustakaan di dunia.” Dalam The Three-Pound Universe, Judith Hooper dan Dick Teresi membandingkan otak dengan alam semesta ini. Mereka menyatakan, “Otaklah alam semesta tersebut.”

Segala sesuatu yang kita ketahui-mulai partikel sub atomis sampai galaksi yang sangat jauh –segala yang kita rasakan –dari rasa cinta pada anak-anak kita sampai rasa takut terhadap musuh –dialami dan dibentuk dalam otak kita. Tanpa otak, tidak ada apa pun – tidak ada partikel nuklir (quark), tidak ada lubang hitam (black hole), tidak ada rasa cinta, tidak ada pula kebencian – pada diri kita.”

Banyak pemikir besar kita –termasuk Aristoteles –yang percaya bahwa pikiran kita terletak di sekitar perut atau hati. Plato menempatkan pikiran pada otak … tetapi hanya karena bentuk otak. Sebagian besar informasi tentang otak baru diketahui dalam dua puluh tahun terakhir ini, tetapi pengetahuan ini baru mulai menggugah kesadaran kita terhadap kompleksitas otak yang luar biasa.

Kita sering membandingkan otak kita dengan komputer: sama-sama memiliki masukan, sama-sama memproses data melalui prosesor pusat, dan sama-sama memiliki keluaran. Komputer adalah model pemrosesan data bit demi bit yang logis. Dengan makin canggihnya komputer, otak nyaris tampak seperti versi lamban komputer yang kuat dan secepat kilat.

Pengenalan Pola Otak
Walaupun demikian, sejalan dengan meningkatnya pengetahuan tentang kedua belah otak dan komputer, para ilmuwan pun sadar bahwa komputer bukan hanya otak yang lebih baik dan lebih besar. Ada hal-hal yang dapat dilakukan otak, yang tampaknya sama sekali tak dapat dilakukan oleh komputer.

Misalnya, jika kita pergi ke acara reuni SMU setelah dua puluh tahun berlalu dan bertemu dengan Hari, yang kini botak dan berat badannya bertambah 15kg sejak terakhir bertemu, mungkin sekali kita masih bisa mengenali dia. Komputer tak dapat melakukan hal itu. Pengenalan kita terhadap Hari berdasarkan pada pengenalan pola.

Apabila mendengar penggalan tiga atau empat not pertama Lagu Garuda Pancasila, kita langsung bisa mengenali lagu tersebut. Ini adalah penyempurnaan pola yang dilakukan otak. kita dapat melakukannya dengan mudah sedangkan komputer sangat sulit melakukannya. Itu pun jika bisa. Jika melihat kata “klieru”, kita tetap dapat mengerti artinya. Dalam hal ini yang terjadi adalah pengoreksian pola. Dan sekali lagi, hal itu hampir tidak mungkin bagi komputer.

Robet Heinlein, dalam Stranger in a Strange Land, menggunakan istilah grok. Meng-grok artinya mengerti segala sesuatunya dalam seketika. Jika sesuatu di-grok-kan, polanya dimengerti secara menyeluruh sebagai suatu konfigurasi. Hingga kini, komputer tak dapat meng-grok.

Otak juga dapat mengatasi makna ganda. Apakah yang Anda lihat dalam gambar dari Thinking Visually karya Robert H. McKim berikut ini? Umumnya orang melihat dua pola-seekor bebek dan seekor kelinci. Otak menerima informasi yang cukup untuk melengkapi kedua pola ini, dan dapat berganti-ganti menafsirkan kedua gambar itu sampai akhirnya memutuskan pola mana yang akan digunakannya.

Duck-Rabbit_illusion

Otak Manusia (2) Duck-Rabbit illusion

Ingatan … Seberapa Banyak? Di Mana?
Proses mengingatyang dilakukan otak pada dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu penyimpanan dan pemanggilan. Para peneliti kini yakin bahwa kita menyimpan semua hal yang kita alami dalam hidup kita. Walaupun secara fisik hal ini tampak mustahil, teori hologram tentang ingatan membuat pendapat ini lebih masuk akal.

Teori yang dominan tentang ingatan menggunakan analogi hologram dan dikembangkan oleh Karl Pribram dari Fakultas Kedokteran Standford. Ketika Anda memulai perjalanan dalam Rumah Angker di Disneyland, salah satu pemandangan yang paling berkesan adalah hantu seorang gadis muda diciutkan dan terkungkung dalam kurungan plastik. Gadis itu selamanya tetap muda, tetap terkungkung dan terus berteriak-teriak minta tolong.

Gambar tiga dimensi seperti itu dihasilkan dengan cara membelah sinar laser yang sebagian langsung menuju lempeng foto, dan bagian lainnya menuju sebuah gambar yang dipantulkan ke lempeng tersebut.
Walaupun foto tersebut menakjubkan, aspek hologram yang benar-benar mengagumkan adalah gambar disimpan dalam tiap bagian lempengan foto. Jika lempengan tersebut pecah, keseluruhan bayangan masih tetap dapat dibuat lagi dengan menggunakan bagian yang mana pun dari lempengan tersebut. Gambar ini sebenarnya disebarkan pada seluruh lempengan melalui penyimpanan gelombang.

Pada 1950-an, Pribram sempat bekerja dengan Karl Lashley, yang mencari engram, yaitu tempat suatu ingatan sesungguhnya tersimpan. Pencarian engram memang tidak berhasil, tetapi konsep hologram mengilhami Pribram akan suatu mekanisme penyimpanan. Dia mengajukan pendapat bahwa ingatan tidak disimpan dalam neuron (sel saraf) tertentu, tetapi disebarkan keseluruh otak layaknya sebuah hologram.

Percobaan Karl Lashley mendukung teori ingatan ini. Dia melatih tikus berlari dalam labirin, lalu mengambil bagian-bagian tertentu otaknya. Bagian mana pun otak tikus yang dipindahkan, ingatannya tetap ada.
Ahli fisika David Bohm menggunakan hologram sebagai analogi bagi keseluruhan alam semesta, menyatakan bahwa realita adalah vibrasi murni dan tiap bagiannya adalah perwakilan dari keseluruhan. William Blake pernah bicara tentang “melihat dunia secara keseluruhan dalam sebutir pasir”. Mungkin dia memiliki visi yang sama dengan Bohm.

Jika kita percaya bahwa ingatan disimpan dengan cara yang sama seperti hologram, ada mekanisme untuk memahami kapasitas otak. Menurut Peter Russell, satu sentimeter kubik hologram fotografik dapat menampung sepuluh miliar bit informasi – otak manusia 1.500 kali lebih besar. Dia memperkirakan bahwa kapasitas memori manusia memiliki orde quadrillion (1.000 juta-juta?) bit informasi. Tentu saja, sebagian besar digunakan untuk program-progrram fungsi tubuh kita, namun masih tetap tersisa kapasitas yang besar untuk mengingat semua pengalaman kita.

Ada sejumlah penelitian menakjubkan untuk menguji kebenaran teori ini. Rangsangan langsung terhadap otak dapat memancing ingatan secara utuh dan kaya akan detail terperinci. Laporan dari Yale menyebutkan, seorang pemasang batu bata diuji setelah dihipnotis dan dapat menggambarkan cirri-ciri sebuah bata khusus yang dipasangnya dalam pembangunan sebuah gedung. Walaupun telah memasang 2.000 batu bata dalam sehari, dia tetap mampu menggambarkan warna dan cacat pada batu bata tersebut dengan terperinci. Kemudian, para peneliti membuktikan gambaran terperinci tersebut benar adanya.

David B. Chamberlain, Ph.D., ahli ilmu jiwa dari San Diego, mempelajari ingatan saat seseorang dilahirkan, dan menemukan ingatan yang terperinci dan luar biasa. Dia mewawancarai para ibu dan anak mereka secara terpisah, di bawah pengaruh hipnotis. Untuk mengetahui gambaran saat kelahiran yang mendetail. Tingginya korelasi antar cerita serta terbuktinya perincian dalam ingatan sang anak, menunjukkan adanya serangkaian ingatan lengkap sejak saat kelahiran.

Jika kita memang menyimpan semua pengalaman kita, apa yang menyebabkan kita tak dapat memanggil kembali semua perincian tersebut? Hal utama penyebab kelupaan tampaknya adalah interferensi. Sejalan dengan bertumpuknya satu pengalaman di atas yang lain. Ingatan saling tercampur dan proses pencarian terhenti karena tiadanya pola dan asosiasi yang jelas. Kunci pencarian telah hilang.

Ada empat cara utama untuk meningkatkan pembelajaran dan pemanggilan-ulang ingatan:
1. Pengulangan – Alat standar dalam sistem pendidikan kita. Belajar dengan menghafal bisa jadi berhasil, tetapi mungkin bukan metode yang paling efektif dan jelas bukan satu-satunya metode.

2. Asosiasi – Mengaitkan suatu informasi dengan sesuatu yang telah tertanam dalam benak kita akan memudahkan kita memanggil-ulang informasi itu dan menggunakannya dalam konteks lain.

3. Intensitas – Informasi yang memiliki kandungan emosi akan lebih mudah dipanggil-ulang daripada informasi lainnya. Jika kesehatan dan keselamatan Anda bergantung pada kemampuan Anda menghafal “Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu”, Anda mungkin dapat menghafalnya dengan cukup mudah.

4. Keterlibatan – informasi yang melibatkan lebih dari satu indra akan lebih mudah diingat dibandingkan dengan informasi yang hanya dialami oleh satu indra. Jika Anda bisa melihat sesuatu, mendengar, menyentuh, merasakan, dan membauinya. Anda akan lebih mudah mengingatnya daripada jika hanya melihatnya.

Bekerja dengan informasi, menuliskannya, menatanya, atau membuat asosiasi terhadapnya (menghubungkannya dengan sesuatu), membantu Anda mengingat dan memahami bahan tersebut.
Mungkin inilah sebabnya saya tak dapat mengingat nama orang yang baru saja diperkenalkan kepada saya karena saya mendengar nama itu sekali saja. Jika saya sibuk memikirkan apa yang harus saya katakan berikutnya, bisa jadi saya bahkan tidak mendengar nama itu sama sekali. Untuk meningkatkan kesempatan mengingat nama itu, saya harus mengulang nama tersebut dan menghubungkannya dengan suatu citra. Hal ini pada awalnya memakan waktu, tetapi waktu itu sendiri adalah sebuah keterlibatan. Sejalan dengan tersusunnya sebuah perpustakaan citra nama, waktu yang diperlukan pun berkurang.

Salah satu metode terbaik untuk meningkatkan kemampuan pemanggilan-ulang sewaktu Anda mempelajari bahan yang baru (buku, pertemuan, rapat, kuliah, dan lain-lain) adalah pemetaan pikiran. Menulis catatan dengan cara memetakan pikiran membutuhkan keterlibatan dengan bahan pelajaran, yang tentu saja menghasilkan pola ingatan yang kuat. Pemetaan pikiran menghasilkan gambar, memungkinkan Anda menata bahan pelajaran begitu diterima, membuat sejumlah asosiasi, dan menghubungkannya dengan bahan-bahan dari sumber lain.

Pemetaan-pikiran secara aktif menggiatkan kedua belahan otak kita. Karena memberikan peluang berinteraksi bebas dengan informasi. Serta menambahkan warna, lambang, dan penataan begitu kita menerima informasi, pemetaan-pikiran menolong kita mengembangkan seluruh potensi pikiran kita. Kiat mengembangkan ingatan yang lebih baik, kemampuan organisasi yang lebih hebat, dan kreativitas yang lebih tinggi

sumber: Joyce Wycoff, Menjadi Super Kreatif melalui Metode Pemetaan Pikiran, Kaifa, 2003
gambar: spring.org.uk, gsu.edu
Otak Manusia (2)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *