Bila Engkau

Bila Engkau

Bila Engkau. Seorang kawan memberi saya email yang berisi sajak ini. “Bagus”, katanya. Bisa membantu kita untuk lebih memahami apa yang sebenarnya dan sebaiknya kita lakukan jika kita menemui hal-hal yang kurang menyenangkan. Ketika saya tanya sumbernya, dia bilang “Sekarang sumber suka gak jelas, yang penting isinya, Bro..”  Hehehehe..bener juga ya..

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih.

Tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu.

Tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri.

Tapi bagaimanapun, berbahagialah.

 

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati.

Tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam.

Tapi bagaimanapun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang.

Tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.

 

Karena pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu,

bukan urusan antara engkau dan mereka.

Sajak ini bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan dan kejadian yang kita hadapi sehari hari tentu akan sangat erat hubungannya. Ia dapat dikaitkan dengan buku  ‘Tipping Point’  Malcom Gladwel yang menunjukkan  bahwa lingkungan berpengaruh lebih besar dibanding gen yang kita bawa. Karena  itu, jika kita dapat ‘menang’ dalam menghadapi lingkungan maka hidup kita akan  menjadi lebih baik seperti dalam sajak  diatas.

Ia juga dapat dikaitkan dengan buku The 7 Habit of Highly Effective People yang ditulis Stephen Covey mengenai kebiasaan manusia efektif. Ia menyebutkan bahwa seseorang yang dapat mengontrol dirinya sendiri dan tidak terpengaruh stimulus yang buruk dari luar – seperti sajak Bila Engkau diatas – maka ia akan menjadi pribadi yang efektif. Pribadi seperti ini akan selalu bertindak tidak belulu berdasarkan mood, tetapi berdasarkan prinsip-prinsip yang bersifat universal.

Karena itu mereka yang dapat menguasai dirinya seperti sajak ini dan tidak larut dalam pengaruh lingkungan yang buruk maka akan dapat melihat sesuatu secara lebih jernih. Karena pada akhirnya, seperti sajak  Bila Engkau diatas, segala sesuatunya adalah urusan antara kita dengan Tuhan, dan bukan urusan antara kita dan mereka.

sumber gambar artikel: hdw.eweb4.com

Newer Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *