Model Pelatihan Briggs

Model Pelatihan Briggs

Model pelatihan briggs berorientasi pada rancangan sistem dengan sasaran guru, karena guru yang bekerja sebagai perancang kegiatan intruksional dan menjadi pengembang dalam kegiatan pelatihan. Berikut ini merupakan langkah-langkah model pelatihan Briggs (Prawiradilaga, 2007), yaitu:

  1. Penentuan Tujuan. Langkah ini merupakan tahapan awal dalam menentukkan identifikasi tujuan yang ingin dicapai oleh siswa.
  2. Perincian Tujuan. Pada tahapan ini dilakukan dengan tujuan yang telah diidentifikasikan secara rinci berdasarkan ketrampilan-ketrampilan apa yang akan dimiliki oleh siswa.
  3. Rumusan Tujuan. Tahapan ini dilakukan dengan merumuskan merinci rumusan kedalam satu kalimat pertanyaan yang mengandung tingkat kemampuan yang dimiliki siswa selama dalam proses pembelajaran.
  4. Analisis Tujuan. Pada tahapan ini dilakukan menggunakan tujuan-tujuan yang dianggap sering ditemukan pada tingkat kegagalan setelah itu diganti dengan tujuan-tujuan yang lebih rasional pada tingkat keberhasilannya.
  5. Penyiapan Evaluasi Hasil Belajar. Pada tahapan ini dilakukan setelah hal-hal diatas telah dilaksanakan. Setelah itu, menyiapkan evaluasi hasil belajar yang dilakukan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan memenuhi syarat evaluasi belajar yang realibel atau menilai apa yang seharusnya dinilai.
  6. Sekuen dan Jenjang Belajar. Tahapan ini dilakukan sebagai persiapan bagi guru yang betujuan untuk memprediksi kegiatan apa yang akan dilakukan di kelas.
  7. Penentuan Kegiatan Belajar. Tahapan ini dilakukan setelah tindakan prakiraan kegiatan. Setelah itu, guru menentukan bentuk kegiatan belajar yang ingin dilakukan. Tujuan kegiatan ini adalah agar segala yang dilakukan dapat tercapai. Tahapan kegiatan ini dilakukan oleh guru dan tim pengembang pembelajaran. Guru melakukan pemilihan media, pelaksanaan kegiatan belajar, dan evaluasi. Sedamgkan tim pengembang melakukan penentuan stimulus, pemilihan media, penentuan kondisi belajar, perumusan strategi,pembelajaran, pengembangan media pembelajaran, evaluasi formatif, dan penyusunan pedoman pemanfaatan.
  8. Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Direncanakan. Tahapan ini dilakukan setelah langkah-langkah yang dilakukan oleh guru sebagai individu dan sebagai tim telah melakukan monitoring atau pengawasan terhadap kegiatan yang direncanakan. Hal ini bertujuan agar terindentifikasinya kegagalan atau keberhasilan tingkat mengajar guru.
  9. Evaluasi Formatif. Tahapan ini dilakukan untuk menilai apakah tingkat keberhasilan pembelajaran dapat diukur. Tahap ini terdapat proses uji coba dan revisi, yang dimaksudkan adalah kegiatan yang dianggap gagal akan terlihat hasilnya dan diperbaiki kembali agar kegagalan yang dialami siswa dapat diminimalisir.
  10. Evaluasi Sumatif. Tahapan ini dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir telah selesai dilakukan, yang bertujuan agar penilaian lebih meluas karena yang diukur adalah kegiatan pembelajaran awal pertemuan hingga akhir pertemuan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi-materi secara total.

Penulis: Dinda AR. Sumber : Nadeak, Bernadetha. 2019. Buku Materi Pembelajaran: Manajemen Pelatihan dan Pengembangan. Jakarta: UKI. Gambar: wallpaperaccess

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *