Menjadi Bintang

Menjadi Bintang

Oleh: Mario Teguh.
Menjadi bintang di dalam bisnis dan karir kita adalah impian kebanyakan orang. Pertanyaannya: apakah kita harus memiliki bakat dan kemampuan yang lebih besar daripada yang dimiliki oleh rekan-rekan dan pesaing kita untuk menjadi bintang ?

Untungnya, tidak. Untuk menjadi bintang yang cemerlang, yang populer, yang dibutuhkan, dan yang disukai oleh lingkungannya, seseorang hanya perlu tahu beberapa tuntunan dasar pembentukan kecemerlangan untuk menjadi bintang, lalu menerapkannya dalam keseharian aktivitas kerjanya.

Urutan tuntunan yang sederhana untuk menjadi bintang berikut ini membutuhkan kesungguhan yang tidak sederhana dalam pelaksanaannya, dan itulah yang selama ini menjadi pembeda dari mereka yang berhasil mencapai bintang dalam karirnya, dari mereka yang belum.

Kualitas pertama untuk menjadi bintang adalah sinarnya, kecemerlangannya.
Itu yang membuatnya tampak jelas, menonjol di antara anggota organisasi dan pebisnis yang lain yang juga berusaha menarik perhatian sekitarnya dengan sinar apa pun yang ada pada mereka.

Untuk mendapatkan perhatian yang baik dari lingkungan kita, terutama perhatian mereka yang berpengaruh langsung kepada kualitas karir dan bisnis kita, jadilah seseorang yang tidak biasa.

Yang tidak biasa itu tidak berarti harus baru di dunia ini, tetapi yang tidak biasa itu pasti selalu baru bagi lingkungan kita. Yang tidak biasa itu selalu menarik perhatian.

Dia yang menggunakan cara-cara umum akan menjadi orang rata-rata. Karenanya, hindarilah cara-cara yang umum digunakan orang. Temukanlah cara-cara lain, yang tidak biasa. Itu akan membuat Anda terpisahkan dari mereka yang biasa.

Kualitas kedua untuk menjadi bintang adalah daya tariknya. Dan daya tarik dalam bisnis hanya ada satu, yaitu janji akan adanya keuntungan bagi orang lain.
Jika dalam pribadi Anda, orang melihat nilai dan kemampuan yang akan menguntungkannya mereka, Anda akan menjadi bintang yang menarik, yang dengan mudah mendapatkan dukungan dan bantuan.

Jadi, pastikanlah bahwa Anda membangun pribadi dengan kemampuan untuk mendatangkan keuntungan bagi orang lain; bila mungkin, sebanyak mungkin keuntungan bagi sebanyak mungkin orang.

Lalu, pastikanlah bahwa Anda menampilkan kemampuan itu dengan selera yang baik, sehingga mereka mengetahui bahwa Anda memiliki kualitas yang mereka butuhkan itu.

Mohon Anda ingat, bahwa jika mereka tidak melihat kemampuan Anda untuk berkontribusi, mereka tidak akan melihat adanya janji keuntungan bagi mereka.

Kualitas ketiga untuk menjadi bintang adalah dampaknya.
Bila Anda menyumbangkan hasil yang baiknya tidak biasa kepada perusahaan dan kepada perusahaan dan kepada pelanggan Anda; suara Anda akan terdengar keras bahkan sebelum Anda berbicara.

Bila Anda menghasilkan, Anda akan dilindungi oleh mereka yang diuntungkan, dan dielukan oleh mereka yang ingin diuntungkan. Tetapi bila Anda tidak menghasilkan, Anda hanya memiliki kulit yang sangat tipis untuk melindungi Anda dari duri-duri tajam politik organisasi dan persaingan usaha.

Kualitas keempat untuk menjadi bintang adalah hormatnya.
Mereka diangkat ke tempat-tempat yang baik, karena mereka mencontohkan dan menularkan nilai-nilai kebaikan yang membuat organisasinya berperilaku teratur untuk mencapai hasil usaha yang melindungi keberadaan dan memajukan perkembangan usaha.

Mereka yang dihormati itu biasanya berada pada eselon-eselon yang tinggi di organisasi kita. Dan mereka tampil bijak dan kita hormati, bukan hanya karena mereka sudah berada di atas. Tetapi, karena mereka memang memiliki kualitas-kualitas pribadi yang pantas dihormati.

Kebanyakan dari mereka yang telah menjadi bintang sebetulnya telah memiliki dan menjalankan nilai-nilai baik tersebut sejak awal karirnya, sejak muda sekali, sehingga sebetulnya mereka justru terlambat sampai di atas, jauh lebih lambat dari seharusnya.

Lalu, setelah kita menerima keempat kualitas untuk menjadi bintang di atas, berikut adalah tuntunan dasar pelaksanaan yang akan memungkinkan kita mencapai keempat kualitas bintang tersebut.

Jadilah yang pertama untuk mendukung ide dan pendapat orang lain.
Baik itu pendapat bawahan, rekan, atau atasan. Itu sebabnya Anda harus mengembangkan kejelian dalam melihat potensi dari ide orang lain.

Jadilah yang pertama untuk membantu,untuk mengulurkan tangan, dan secara aktif terlibat dalam proses pencapaian hasil.

Jadilah yang pertama untuk menghasilkan. Anda menjadi yang pertama membuktikan bahwa sebuah ide bisa menghasilkan. Karena Anda yang pertama melihat potensi dari sebuah ide, dan yang pertama terlibat dalam pekerjaan yang sebetulnya, maka besar kemungkinan Anda untuk menjadi yang pertama yang menghasilkan.

Jadilah yang terakhir untuk meragukan. Anda menjadi yang terakhir meragukan, hanya karena Anda sudah tidak bisa lagi melihat potensi baik dari sebuah idea atau program.
Dengannya, orang mungkin akan mempertanyakan keraguan orang lain; tetapi akan menghormati keraguan Anda, karena Anda dikenal sebagai yang terakhir meragukan.

Jadilah yang terakhir untuk menyerah, karena untuk menjadi bintang Anda harus menjadi contoh kesungguhan dalam memastikan bahwa sebuah proses dilaksanakan dengan baik sampai diputuskan bahwa kegunaannya telah selesai. Dengan keempat kualitas untuk menjadi bintang bintang dan lima perilaku bintang di atas, kita memohon agar Dia memudahkan jalan kita untuk menjadi bintang dalam karir kita.

Literatur : Mario Teguh, Becoming A Star, Exnal Publishing, 2005
gambar: wallpaperawesome.com
Menjadi Bintang
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *