Manajemen

Manajemen

Salah satu aspek kunci dalam manajemen adalah bagaimana para manajer dapat mengenali peran dan pentingnya para pihak yang akan menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Para manajer harus mengakui bahwa mereka tidak akan dapat mencapai tujuan perusahaan seorang diri, melainkan melalui kerja sama dengan orang lain. Dalam kaitan ini, salah seorang pakar manajemen mazhab perilaku yakni Mary Parker Follet menegaskan pada dasarnya manajemen adalah “the art of getting things done through people” (seni menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain).

Peter Drucker menambahkan bahwa tugas penting manajer adalah menetapkan arah tujuan perusahaan, memberikan kepemimpinan untuk mencapai tujuan tersebut serta membuat keputusan mengenai bagaimana menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

Pada pertengahan tahun 1950-an, Koontz mempopulerkan konsep fungsi-fungsi manajemen (management functions) dengan mengelompokkan tugas tugas yang dilakukan oleh manajemen ke dalam lima fungsi manajemen yang mencakup:

1. Perencanaan (planning)
2. Pengorganisasian (organizing)
3. Pengisian staff (staffing)
4. Memimpin (leading)
5. Pengendalian (controlling)

Pengembangan model fungsi manajemen di atas mengacu pada pembagian fungsi manajemen yang dirumuskan oleh Henry Fayol pada tahun 1916. Fayol membagi fungsi manajemen ke dalam lima fungsi yakni: planning, organizing, commanding, coordinating & controlling. Koontz mengatakan bahwa ‘Fungsi’ adalah sekumpulan pekerjaan yang bisa dibedakan secara nyata dari kumpulan pekerjaan lainnya. Sebagai contoh, fungsi yang dimiliki mata sebagai bagian dari sistem tubuh adalah untuk melihat. Sedangkan fungsi telinga adalah untuk mendengar. Mata melakukan sekumpulan pekerjaan yang dapat dibedakan secara nyata dengan pekerjaan yang dilakukan oleh telinga.

Analogi di atas dapat digunakan untuk menjelaskan fungsi manajemen. Fungsi perencanaan tentunya memiliki kumpulan pekerjaan yang berbeda secara nyata dengan kumpulan pekerjaan yang dilakukan pada fungsi pengorganisasian. Hal ini berlaku pula bila fungsi yang dirumuskan oleh Koontz diterapkan untuk menjelaskan fungsi organisasi. Sebagai contoh, di dalam sebuah organisasi perusahaan akan terdapat fungsi pemasaran yang melakukan tugas tugas berbeda dalam rangkaian pekerjaan yang dilakukan oleh fungsi keuangan.

Pada perkembangan selanjutnya, fungsi fungsi manajemen disusutkan menjadi empat fungsi yaitu: planning, organizing, leading/directing & controlling. Penyusutan ini terjadi karena sebagian ahli berpendapat bahwa fungsi staffing telah tercakup dalam fungsi organizing.

Berdasarkan paparan di atas maka manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian dari berbagai sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.” dapat dijelaskan dengan lebih lanjut sebagai berikut:

1. Manajemen merupakan sebuah proses. Artinya, seluruh kegiatan manajemen yang dijabarkan ke dalam empat fungsi dilakukan secara berkesinambungan dan semuanya bermuara pada pencapaian tujuan perusahaan.

2. Pencapaian / tujuan perusahaan dilakukan melakui serangkaian aktivitas yang dikelompokkan ke dalam fungsi fungsi manajemen dan mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian.

3. Pencapaian tujuan dilakukan secara efektif dan efisien. Efektivitas menunjukkan tercapainya tujuan yang diinginkan melalui serangkaian tindakan yang dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan efisiensi menunjukkan pencapaian tujuan secara optimal dengan menggunakan sumber daya yang paling minimal.

4. Pencapaian tujuan perusahaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya organisasi yang dimiliki oleh perusahaan.

Literatur : Ismail Solihin, Pengantar Manajemen, Penerbit Erlangga, 2011
gambar: rikzaadhianr.blogspot.com
manajemen

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *