Ksatria dan Buaya

Ksatria dan Buaya

Ksatria adalah simbol keberanian, ketangguhan dan kekuatan. Jaman dahulu, menjadi ksatria adalah impian semua orang. Berikut salah satu kisah mengenai ksatria yang ada di dalam buku The Power of Kepepet karangan Jaya Setia Budi. Di sebuah kerajaan, seorang raja yang juga seorang ksatria yang tangguh, mengadakan sebuah sayembara untuk mencari seorang ksatria yang pantas mendampingi putrinya. Sayembaranya sangatkah sederhana, “Barang siapa berani menyeberangi kolam renang yang berjarak 20 meter saja, maka akan menjadi pemenang. Hadiah bagi pemenang adalah akan dipersuntingkan dengan putri raja.”

Siapa yang tidak mau dapat putri raja yang cantik? Cukup hanya dengan menyeberang kolam. Tunggu dulu… ada pemberitahuan lainnya. Ternyata, di dalam kolam ada seekor buaya betina (kalau jantan namanya pakaya) yang sudah 1 tahun tidak diberi makan. Siapa berani hayoo..?! Padahal ribuan peserta sudah bersiap-siap di pinggir kolam untuk mendapatkan impiannya. Tapi, mendadak nyali mereka ciut setelah tahu bahwa ada buaya yang ikut berenang. Asli, tak ada yang mau menggadaikan hidupnya sekali pun diiming-imingi menjadi menantu raja, yang berarti bisa jadi raja juga kelak.

Sunyi, sepi, tak ada yang bergerak. Tiba-tiba terdengar bunyi “byuuur!” Semua orang langsung menatap kolam yang berkecipak. Ada dua gerakan yang bergerak sama-sama cepat, saling berkejaran hingga muncullah seorang pemuda dengan tampang menggigil dan nafas ngos-ngosan.
“Selamat! Anda layak jadi menantu saya! Anda betul-betul ksatria!” Raja menyalami sang pemenang. “Apa rahasianya menyeberangi kolam dengan buaya ganas di dalamnya?” tanya sang raja.
Pemuda itu menatap raja dengan wajah keheranan lalu menatap hadirin dengan wajah memerah karena marah, “Hoooi… siapa tadi yang mendorong saya masuk ke kolam?! Siapa?!” teriaknya dengan lantang dan galak.

Di dorong ke kolam, dipaksa mengambil risiko, kepepet mempertahankan hidup dengan mengeluarkan kemampuan super kita yang tersembunyi. Tentu saja siapa mau sih dijorokkan (diceburkan) dan harus menanggung risiko? Namun, dalam kehidupan, dijorokkan adalah suatu kiat / kebutuhan kita menuju sukses. Jika tidak, maka kita akan berjalan di tempat dalam zona nyaman kita saat ini.

sumber: The Power of Kepepet, Jaya Setiabudi, Gramedia Pustaka Utama, 2008.
gambar: kapanlagi.com
Ksatria dan buaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *