Keluhan anak buah tentang atasannya

Keluhan anak buah tentang atasannya

Ini adalah hasil riset terbaru yang dilakukan mengenai keluhan anak buah tentang atasannya. Riset dilakukan oleh Interact/Harris Poll yang dilakukan secara online kepada 1000 pekerja di Amerika Serikat. Di dalam survey yang dilakukan tersebut, mereka diminta untuk menyebutkan hal-hal apa saja yang dilakukan atasannya yang berhubungan dengan kecerdasan emosi yang rendah, termasuk diantaranya manajemen mikro (micromanaging), intimidasi, ketidaktegasan, dan lain-lain. Berikut adalah keluhan anak buah tentang atasannya yang dapat menghambat seorang atasan menjadi pemimpin yang efektif.
Dan hasilnya adalah:

1. Atasan tidak ‘melihat’ prestasi yang dicapai anak buahnya (63%). Sebagai atasan, adalah fatal jika sampai tidak melihat prestasi yang dilakukan anak buahnya. Apalagi jika dia sudah melihat, tapi menganggap hal itu adalah hal yang biasa-biasa saja. Sebagai manusia, mendapatkan penghargaan adalah salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. Mereka yang dihargai akan tahu bahwa hal yang mereka hasilkan adalah hal yang baik dan benar. Jika ini tidak dilakukan, maka dalam jangka panjang tidak akan ada lagi yang tertarik untuk menghasilkan prestasi yang gemilang bagi perusahaannya. “Lha buat apa? Wong yang sudah berprestasi baik dapatnya sama saja hasilnya dengan yang tidak berprestasi?!”

2. Atasan tidak memberi arahan yang jelas (57%). Ini adalah keluhan anak buah tentang atasannya yang kedua. Sering kali, karena menganggap suatu pekerjaan sudah pernah dilakukan atau atasan bercermin pada diri sendiri, maka intruksi yang diberikan pun seadanya. Terkadang, atasan juga belum sempurna melihat tingkat kesiapan anak buahnya yang berbeda-beda dalam menjalankan suatu pekerjaan sehingga jurus yang digunakan adalah jurus yang sama kepada semua anak buahnya, Akibatnya, pekerjaan yang diharapkan hasilnya tidak sesuai.

3. Atasan tidak punya waktu bertemu anak buahnya (52%). Sesibuk-sibuknya atasan, kontak berupa meeting, membahas masalah bersama tetap diperlukan dalam hubungan pekerjaan yang sehat. Sangat disayangkan atas nama pekerjaan yang super sibuk komunikasi hanya dilakukan via email, telpon atau conference call. Ingatlah bahwa secanggih-canggihnya gadget, peralatan, media, tidak akan pernah memberikan efek yang dihasilkan dari pertemuan langsung. Jika Anda tidak punya waktu untuk bertemu dalam suasana formil, usahakan bertemu dalam suasana non formil, dalam bentuk makan siang misalnya.
Tiga hal diatas yang menurut situs HBR.org adalah isu utama yang didapat dari survey yang dilakukan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan anak buah tentang atasannya antara lain:
1. Mengapresiasi apa yang telah dilakukan anak buah. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah mengapresiasi anak buah akan apa yang telah dilakukannya – dengan catatan – sebaiknya spesifik. Misalnya, sebut saja Andi yang baru saja berhasil menambah klien baru. Jika Anda katakan kepadanya, “Kerja bagus Andi, Anda berhasil menarik satu klien potensial untuk perusahaan kita,” itu akan lebih baik dari pada “Kerja bagus, Andi.”

2. Mengucapkan terimakasih (secara pribadi mau pun umum). Ucapan terimakasih menunjukkan tanda bahwa seorang atasan menghargai apa yang telah dilakukan anak buahnya baik bagi dirinya atau pun perusahaan. Dalam interaksi sehari-hari akan banyak kesempatan untuk melakukan hal ini. Ucapan ini bisa dilakukan secara pribadi (langsung kepada yang bersangkutan) melalui ucapan langsung atau media, juga bisa melalui acara-acara yang sifatnya umum. Sebagai atasan, putuskan jalur mana yang akan Anda ambil untuk memberikan apresiasi terhadap anak buah anda.

3. Melibatkan anak buah. Setiap pekerja yang sudah bekerja beberapa waktu lamanya disebuah tempat, pasti punya ide, gagasan, cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. Anda bisa melibatkan anak buah Anda untuk suatu pekerjaan dengan cara melibatkannya untuk berbagi ide akan hal ini dengan cara bertanya,”Bagaimana menurut Anda?” Hal sederhana ini -bila dilakukan secara sungguh-sungguh- akan membuat tingkat keterlibatan anak buah meningkat dan akan menghasilkan hasil yang lebih baik.

4. Meluangkan waktu. Jika Anda adalah atasan yang super sibuk, dan waktu sangat berharga sekali, maka yang harus Anda tekankan kepada diri Anda sendiri adalah: meluangkan waktu bagi anak buah Anda adalah salah satu prioritas utama yang akan membuat pekerjaan Anda berjalan lebih baik. Jika tidak ada waktu formil, tidak usah dipaksakan. Hal ini bisa dilakukan sambil makan siang atau saat yang lain. Intinya: hal ini wajib dilakukan.

sumber: Hhbr.org
gambar: inc.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *