Kekuatan Cerita dalam Presentasi

Seorang pesulap bernama Marc Spelmann mengikuti ajang bakat di Inggris yang bernama Britain’s Got Talent. Sebagai pesulap yang sudah berusia 46 tahun, tentu saja dia memiliki segudang trik sulap yang siap dipilih dan disajikan.

Pada bulan April 2018, ketika berkesempatan tampil di audisi BGT 2018 dengan empat juri populer, Simon Cowell, Amanda Holden, Alesha Dixon, dan David Walliams, Marc memilih sulap yang menggunakan alat bantu crayon, kubus Rubik, buku, kartu, dan spidol. Apa yang dilakukannya dengan barang-barang itu?

Rasanya kurang seru jika diceritakan di sini apa yang dilakukan sebagai sulapnya. Sebaiknya para pembaca melihatnya langsung dalam tayangan yang diambilkan dari Youtube. Bisa diklik di sini: https://www.youtube.com/watch?v=Q3jege0p0dQ&t=437s

Selesai Marc Spelmann menyajikan sulapnya, pembawa acara yaitu Anthony McPartlin dan Declan Donnelly, memberinya hadiah tiket emas atau Golder Buzzer. Yang artinya dia langsung menuju tahap semi final. Jika dia mendapatkan empat “Yes” dari empat juri, tanpa Golden Buzzer, maka dia masih harus tampil lagi di babak lanjutan penyisihan.

Marc Spelmann sukses menyajikan sampai dihadiahi tiket emas tidak lain karena pada hakekatnya dia sukses menyajikan cerita, meskipun secara teknis dia menyajikan sulap. Dia menjalankan apa yang dikatakan Geoffrey Berwind (seorang ahli storytelling): “During my years of training in making presentations I’ve seen that there is simply no more impactful way to have that occur than through the strategic use of storytelling.” (Selama saya memberi pelatihan presentasi, saya melihat bahwa dalam penyajian tidak ada cara yang menyamai besarnya daya pengaruh penggunaan cerita.)

Dunia ini selain berisikan beragam karakter orang. Termasuk orang yang sinis atau bernuansa sinis terhadap sulap. Ketika Marc Spelmann mendapatkan Golden Buzzer, muncullah video yang menjelaskan rahasia di balik sulapnya. Masing-masing alat bantu itu dibukakan rahasianya, crayon, kubus Rubik, buku + spidol, dan kartu.

Tetapi, ada satu hal yang mereka lupa jelaskan yaitu airmata istrinya. Bagaimana bisa istrinya berlinang air mata dalam ajang sulap yang ditampilkan Marc Spelmann? Bagaimanakah caranya seseorang membuat orang lain berair-mata? Tidak lain jawabannya adalah karena kekuatan cerita. Cerita yang membuat haru bisa membuat orang berair mata.

Sajian Marc menonjol dalam ‘human element’ sebagaimana pendapat Geoffrey Berwind: “It’s about bringing the human element into the heart of our mission and our communications.”

Oleh: Hendri Ma’ruf, hendrimaruf@gmail.com
Sumber gambar: Video Youtube, “March Spelmann gets the first Golden Buzzer of 2018 | Auditions Week 1 | Britain’s Got Talent 2018” (https://www.youtube.com/watch?v=Q3jege0p0dQ&t=437s)

Marc-Spelmann-BGT-2018-Sulap-indah-yang-mengharukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *