Kata & Kalimat Haram di Dunia Sales

Kata & Kalimat Haram di Dunia Sales

Oleh: Muljadi “Kokon” Suhardi

Bergumul dalam waktu cukup lama di dunia sales membuat saya bisa mengumpulkan sejumlah kata dan kalimat yang berefek negatif. Jika kata atau kalimat ini dilontarkan seorang tenaga penjualan, mereka kemungkinan besar akan mendapat respons negatif dari calon konsumen. Paling tidak, persepsi konsumen terhadap apa yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan kita.

1. Sementara…
Kata yang satu ini dibidang lain tidak bermasalah. Namun di dunia penjualan, sebaiknya tenaga penjualan menghindari kata ini. Misal, seorang calon klien menanyakan tentang kondisi perumahan, apakah banjir atau tidak? Dan, faktanya kondisi perumahan yang kita tawarkan memang rawan banjir dan daerah sekitarnya biasa digenangi banjir. Apa yang sebaiknya kita jawab? Hal yang salah jika kita menjawab, “Sementara ini tidak banjir!” Jika kita menjawab sementara, ini berarti ada perumahan tersebut suatu kali nanti berkemungkinan banjir. Sebaliknya dengan jawaban saat ini, kita mengatakan suatu fakta bahwa perumahan tersebut memang tidak banjir saat kita menjualnya dan di kemudian hari kita tidak mengetahui apakah akan banjir atau tidak.

2. Mungkin… barangkali…
Pilihan kata ini juga sering terlontar dari para tenaga penjualan. Bahkan, kata yang satu ini menjadi kata yang favorit. Setiap kali mendapatkan pertanyaan dari konsumen, jawaban tenaga penjualan selalu mungkin. Alasannya, agar mereka aman kata mungkin bermakna ganda: mungkin ya, mungkin tidak. Padahal ini sesuatu kekeliruan besar! Saya menyarankan Anda menghindari kata mungkin dan mengganti dengan kata yang bermakna lebih positif, misalnya sepengetahuan saya, setahu saya, dan lain sebagainya. Jawaban tersebut terdengar lebih intelek daripada kata mungkin, bukan?

3. Siapa tahu…
Ini merupakan salah satu frasa (gabungan dua kata atau lebih) yang bermakna berandai-andai. Dunia penjualan adalah dunia yang pasti, bukan khayalan. Jika kita suka berandai-andai, tempat Anda bukan dibidang ini. Sejumlah tenaga penjualan yang saya kenal biasa menggunakan kata ini. Misal, ketika menawarkan sebuah produk, mereka mengatakan, “Siapa tahu tahun depan nilai produk ini meningkat, pasti ini menguntungkan buat bapak/ibu!” Ini merupakan sebuah iming-iming yang sama sekali tidak pasti, hanya pengandaian belaka. Anda sebaiknya mengganti kata tersebut dengan kata yang lebih bernilai dan layak di percaya, seperti “Berdasarkan pengalaman yang lalu-lalu…” atau “Berdasarkan catatan kami…”.
Kalimat pengandaian lainnya yang harus dihindari adalah barangkali, kalau-kalau, dan banyak lagi. Semua kalimat pengandaian ini bisa dihindari jika kita sering berlatih dan berpraktik sesering mungkin dengan berinteraksi dengan konsumen.

4. Jadi beli atau tidak ?
Kalimat tersebut merupakan kalimat tanya yang tampak wajar. Namun, sesungguhnya, kalimat semacam ini adalah kalimat yang menyesatkan dan keliru serta akan menghasilkan kekecewaan bagi kita. Apa jawaban yang akan muncul dari pertanyaan tersebut? Hanya dua kemungkinan: jadi atau tidak. Jika mereka memutuskan membeli, kita sangat bersyukur; jika tidak, kita bernasib malang!
Oleh karena itu agar kita mendapat jawaban yang lebih pasti, berikan pertanyaan yang pasti-pasti saja. Buatlah suatu pertanyaan yang membuat konsumen seolah-olah sudah membeli, misal dengan bertanya, “Anda membeli yang merah atau yang biru?” Dari pertanyaan tersebut ada dua kemungkinan jawaban: merah atau biru. Namun kedua jawaban tersebut mencerminkan konsumen sudah pasti membeli. Pertanyaan semacam ini juga berlaku ketika akan membuat janji bertemu atau presentasi. Pertanyaannya bukan bersedia atau tidak, melainkan telah memastikan tempat dan waktu bertemu.

5. Barang sisa
Hati-hati menyebut kata “barang sisa” atau “sisa barang”. Secara rasional tidak ada seorangpun yang bersedia membeli barang sisa. Namun, kita sering menyebut stok yang ada sebagai stok sisa atau sisa stok ketika menjawab pertanyaan pelanggan. Misal, sebuah promo sudah berlangsung sebulan yang lalu, kemudian seorang pelanggan menanyakan apakah produk promo masih ada. Seorang tenaga penjualan lalu menjawab, “Oh, masih ada satu unit lagi sisa promo kemarin” Sisa? Siapa yang menginginkan barang sisa? Jawaban seharusnya adalah ”persediaan masih ada”.

Sumber: Super Sales, Muljadi “Kokon” Suhardi, Elex Media Komputindo, 2010
gambar: 1hdwallpapers.com
Kata & Kalimat Haram di Dunia Sales
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *