Jangan Melangkahi Orang yang Berjasa

Jangan Melangkahi Orang yang Berjasa

Oleh: Chin-Ning Chu.

Wong adalah seniman berbakat dari Taiwan. Ia bisa membuat barang-barang pecah belah dalam jumlah terbatas dan menjualnya dari mulut ke mulut melalui teman-temannya. Penghasilannya lumayan, secara kebetulan Liu, seorang promotor seni, melihat karya Wong dan menyadari kemampuannya, ia setuju untuk mempromosikannya.

Liu mulai mencari sponsor. Setiap sponsor membayar biaya keanggotaan sebesar 1.000 dolar. Dengan uang satu juta dolar di tangan, Liu mengawali kampanye promosinya termasuk pameran di galeri pribadi, konferensi pers, dan masih banyak lagi. Tiga tahun setelah itu buah karya Wong menjadi salah satu koleksi kontemporer yang paling di minati di Hong Kong. Hasil karya Wong bisa berharga seratus ribu dolar sebuah.

Wong kemudian mulai berpikir, “Untuk apa aku harus membayar Liu sampai setengah lebih dari penghasilanku? Apalagi Liu adalah orang yang suka menguasai. Lebih baik menyingkirkan Liu dan aku berusaha sendiri”. Wong membicarakan hal ini dengan salah satu kerabat dekatnya, Nyonya Lam, usahawan wanita yang sukses.

Ternyata Nyonya Lam kemudian menyarankan, “Ada orang-orang tertentu yang hendaknya tidak kita langkahi, dan Liu adalah salah satunya. Apa pun bentuk ketidaksenangan anda terhadap Liu, Anda harus bisa mengatasinya. Liu adalah seseorang yang sangat berpengaruh dalam dunia seni di Taiwan. Secepat ia mengorbitkan Anda, secepat itu pula ia bisa menghancurkan Anda. Dan Anda sendiri, sebagai seorang seniman yang tengah naik daun, harus berpihak kepada orang seperti Liu. Melalui pembinaannya, Anda telah memperoleh pengakuan yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Dunia seni semata-mata berkaitan dengan pelestarian nilai-nilai. Anda membutuhkan Liu dalam tim Anda. Nasihat Nyonya Lam itu ternyata sangat bermanfaat.

Seorang seniman Hong Kong tiba di San Fransisco dan mulai mencari galeri untuk memamerkan hasil karyanya lukisan cat minyak yang menggambarkan kehidupan nelayan di Negara kelahirannya. Ia berusaha tanpa hasil, sebelum akhirnya bertemu dengan seorang pemilik galeri bergengsi yang menyukai karyanya dan mempromosikan seniman tadi melalui beberapa pameran. Si pemilik galeri juga menerbitkan buku yang memperagakan karya-karya seniman tadi, dan ia menginvestasikan modal besar untuk menempatkan seniman tersebut sebagai peserta pameran nomor satu di galerinya. Melalui usaha galeri itu , lukisan pertamanya laku terjual seharga delapan puluh ribu dolar. Sang seniman, galeri, dan para kolektor sama-sama diuntungkan.

Namun, setelah beberapa tahun, si pelukis di yakinkan oleh kawannya untuk mulai berusaha sendiri. Hasilnya: galeri terhenti bisnisnya, pelukis memiliki toko kecil yang tak menjual apa pun selain lukisannya, dan lukisannya tak memiliki nilai apa pun bagi para kolektor. Si pelukis tidak berhasil mendapatkan penghasilan kotor seperti saat galeri menangani karya-karyanya. Terlebih lagi semua orang yang telah membeli karyanya merugi, termasuk saya.

Sumber: Thick Face, Black Heart.
gambar: ayeshaart.com
Jangan Melangkahi Orang yang Berjasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *