Hidup itu Indah

hidup ini indahOleh: Iwan Pramana.

Ada slogan bahwa “Hidup itu Indah”. Jika Anda tanyakan hal itu kepada mereka yang sedang jatuh cinta, maka pernyataan Hidup itu Indah adalah benar adanya. Jika Anda tanyakan kepada mereka yang baru mendapatkan pekerjaan maka hal itu pun benar adanya. Namun, kira-kira apa ya jawabannya ketika kita bertanya kepada mereka yang sedang dilanda masalah besar, “Apakah hidup ini Indah?” Saya belum bisa membayangkan skenario terburuk yang bisa terjadi.

Terkadang kita perlu diingatkan tentang kebenaran yang sederhana ini. Ketika kita bangun tidur maka saat membuka mata, tanpa perlu diperintah pun mata akan terbuka dengan sendirinya. Dengan gerakan refleks karena sudah terbiasa melakukannya selama bertahun-tahun, kita kemudian mempersiapkan segala sesuatunya pagi itu untuk menjalani hidup yang diberikan. Mulai dari mandi, berpakaian, sarapan hingga kemudian sampai di tempat kerja.

Sampai di tempat kerja, kita bekerja seperti biasa. Kadang senang, kadang tidak senang, kadang bosan, kadang ada masalah besar yang membuat kita enggan berangkat ke kantor. Tapi, hidup berjalan terus bukan? Udara tetap terpompa ke paru-paru kita tanpa perlu di program dalam jangka waktu tertentu. Darah kita tetap mengalir walau pun kita tidak tahu persis berapa jumlahnya yang mengalir dalam tubuh kita.

Ketika makan siang, kita ngobrol, bergurau dengan rekan kerja kita, teman kita. Apa yang kita bicarakan? Terkadang suasana di kantor, gosip yang beredar, kondisi negara, dan seterusnya. Sementara paru-paru kita tetap bekerja, jantung tetap bekerja. Darah tetap mengalir untuk menjaga kesehatan semua organ dalam tubuh kita. Hidup berjalan terus.

Dan ada yang bekerja untuk hidup kita tanpa pernah meminta perhatian sedikit pun. bahkan tanpa pernah meminta apa pun.

Ketika kita begitu terobsesi dengan pekerjaan, Tuhan mengerjakan pekerjaan-Nya tanpa sepengetahuan kita. Dari pekerjaan skala besar seperti, membuat bumi berputar dan planet-planet beredar, hingga urusan dalam tubuh kita seperti membuat darah beredar, udara beredar dalam tubuh kita, membuat mata kita berkedip hingga mengatur agar otot-otot yang menyangga tubuh kita pas sehingga kita dapat beraktivitas setiap hari.

Tuhan membuat matahari terbit setiap pagi dan tenggelam setiap senja. Tuhan memadamkan cahaya agar kita dapat tidur dan beristirahat sehingga kita bisa bekerja dan bermain kembali keesokan harinya. Semua kebutuhan hidup kita telah diatur dan dikelola-Nya.

Tanpa mengeluarkan usaha sedikit pun kita bisa menikmati terbit dan tenggelamnya matahari.
Setiap hari berganti sesuai jadwal. Kita tidak HARUS berdoa setiap hari agar besok Tuhan menerbitkan matahari. Kita tidak perlu memberi tahu-Nya bahwa kita membutuhkan udara setiap detik, mata yang bisa melihat terus, kaki yang bisa diajak kemana saja, tangan yang selalu siap saat acara makan tiba, dan seterusnya. Kita, tidak perlu memberitahu dan meminta Tuhan untuk itu.

Mari kita bersama selalu mengingat bahwa dalam kesulitan hidup, masih ada yang mendampingi kita tanpa kita minta, masih ada yang memberikan udara untuk dihirup, dan masih ada waktu untuk mengumpulkan bekal sebelum kembali pada-Nya.
Karena itu, semangatlah!
Berkilaulah!
Tersenyumlah!
Karena hidup ini sungguh Indah…!

pic: studiofaca.com

Older Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *