Flow Model: Kunci Bekerja Penuh Semangat!

Flow Model: Kunci Bekerja Penuh Semangat!

Oleh: Iwan Pramana.

Flow is when tasks seem effortless, challenging, and rewarding – all at the same time

Pernahkah Anda terlibat dalam suatu pekerjaan sehingga lupa waktu?
Semua yang ada disekitar Anda -mulai dari dering telepon, orang yang berlalu-lalang, canda tawa teman di kubikal sebelah.. sepertinya tidak mempengaruhi Anda sedikitpun, karena Anda sedang tenggelam dan larut dalam pekerjaan. Fokus Anda benar-benar tercurah kepada yang Anda kerjakan dan Anda bahkan lupa untuk istirahat dan makan siang karena asyiknya Anda dengan pekerjaan Anda. dan.. ditengah-tengah kesibukan yang padat seperti itu..
anda justru merasa sangat berenergi!
Anda merasa senang!
Dan bekerja penuh semangat!
Mau?

Sebagian besar dari kita pernah mengalami hal diatas. Para psikolog menyebutnya dengan istilah “flow”. Ketika hal itu terjadi kita kehilangan ‘rasa’ akan diri kita sendiri, maju terus terus pantang mundur demi sesuatu yang harus kita selesaikan.

FLOW-Model

 

The Flow Model
The Flow pertama kali diperkenalkan oleh Mihaly Csíkszentmihályi, seorang psikolog yang menulisnya dalam buku “Flow: The Psychology of Optimal Experience” yang diterbitkan tahun 1990. Tetapi Flow Model sendiri baru diperkenalkannya pada tahun 1997.

Model disamping ini menunjukkan kondisi emosional (emotional states) yang kita alami saat kita sedang bekerja atau mengerjakan tugas, yang terhantung pada tingkat kesulitan (perceived difficulty of the challenge) dan kemampuan kita (our perceptions of our skill levels).

Misalnya, jika pekerjaan yang kita lakukan tidak membutuhkan banyak kemampuan yang kita miliki, maka kita akan cuek-cuekan mengerjakannya. Ah gampang,.. keciiiill… sepele,…. gak penting…..

Tetapi, ketika pekerjaan yang kita hadapi sangat menantang, sementara skill kita tidak cukup untuk mengerjakannya, maka kita akan cemas, gelisah. Duh, gimana ya ngerjainnya,… aduh, yang ini dulu pas bolos lagi…

Agar terjadi keseimbangan dan dengan mengahrapkan hasil akhir yang optimal maka kita perlu kondisi yang menantang dengan skill yang kita gunakan adalah skill maksimal yang kita miliki. Sehingga dengan demikian akan terjafdi ‘FLOW’ (being totally involved and engaged in the activity) yang akan membuat kita sangat yakin dapat menghadapi tantangan yang diberikan.

Kapan terjadinya FLOW?
FLOW menurut pengamatan yang dilakukan oleh Mihaly Csíkszentmihályi, sering ditemukan pada orang-orang yang telah menemukan ‘tempatnya’, atau Stephen Covey menyebutnya orang-orang yang telah menemukan ‘voice’ dalam pekerjaan mereka. FLOW bisa terjadi pada profesional, artis, olahragawan, dan lain-lain. Mereka melakukan pekerjaan mereka dengan nikmat, maknyuuus… dan mereka senang melakukannya!

sumber: mindtools.com  Flow, Mihaly Csíkszentmihályi

Flow Model: Kunci Bekerja Penuh Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *