Faktor-faktor Komunikasi (3V)

Faktor-faktor Komunikasi (3V)

Oleh: Iwan Pramana

Kita pasti sering mendengar istilah 3V dalam kelas-kelas pelatihan komunikasi atau kepemimpinan. 3V merujuk kepada Vokal, Verbal, Visual. Atau ada juga yang lebih senang menyebutkannya dengan 3 faktor komunikasi yaitu: Kata-kata (Verbal), Intonasi (Vokal) dan Bahasa tubuh (Visual).

Istilah 3V merupakan hasil penelitian Profesor Albert Mehrabian. Ia telah mempelopori pemahaman komunikasi sejak tahun 1960-an. Ia menerima gelar PhD dari Clark University dan pada tahun 1964 memulai karir sebagai pengajar dan peneliti di University of California, Los Angeles.

Secara sederhana, hasil penelitiannya mengenai 3V umumnya disampaikan sebagai berikut:
7% makna dari pesan yang disampaikan ditangkap lewat Verbal / kata-kata
38% makna dari pesan yang disampaikan ditangkap lewat Vokal / intonasi
55% makna dari pesan yang disampaikan ditangkap lewat Visual / bahasa tubuh

Faktor-faktor Komunikasi
Namun, Prof. Mehrabian tidak mengatakan bahwa 3V tersebut bisa digunakan untuk semua kondisi.
Please note that this and other equations regarding relative importance of verbal and nonverbal messages were derived from experiments dealing with communications of feelings and attitudes (i.e., like-dislike). Unless a communicator is talking about their feelings or attitudes, these equations are not applicable. Also see references 286 and 305 in Silent Messages – these are the original sources of my findings…” (Albert Mehrabian, source whttp://www.kaaj.com/psych/smorder.html, diakses pada 11 September 2014)

Formula Mehrabian (7%/38%/55%) berlaku dalam situasi di mana ada ketidaksesuaian antara kata dan ekspresi. Artinya, saat kata-kata tidak cocok dengan ekspresi wajah -khususnya pada penelitian yang Mehrabian- orang cenderung percaya ekspresi wajah yang tampak, bukan kata yang diucapkan.

Walau pun begitu, secara umum model ini bisa digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Tentu saja, prosentasenya terkadang bergeser tergantung situasinya. Misalnya, saat mendengar kata-kata “kebakaran! kebakaran!” akan memberikan prosentase yang tinggi terhadap intonasi (vokal) walau tanpa melihat bahasa tubuh orang yang mengucapkan.

Beberapa kondisi komunikasi yang menyebabkan 3V bergeser proporsinya antara lain:
1. email: Pilihan kata (verbal) yang paling dominan. Intonasi masih bisa diwakili dengan tanda seperti: ?!@# atau caps lock untuk menunjukkan tanda marah.
2. Telepon: Verbal dan Vokal dominan, bahasa tubuh praktis tidak tampak.
3. Pesan teks: hanya Verbal, terkadang makna verbal pun kabur dengan banyaknya akronim yang tidak baku seperti: tdk, gpp, wyatb, dll.

Dengan kemajuan teknologi, kita kehilangan beberapa aspek penting dari komunikasi. Namun, ketika kita bertemu seseorang maka perlu diingat bahwa kita memiliki ketiga V untuk berkomunikasi: Visual (bahasa tubuh), Vokal (intonasi), dan Verbal (kata-kata). Pastikan masing-masing V selaras untuk menghindari miskomunikasi.

Sumber: businessballs.com, successfully-speaking.com

Gambar: The Mehrabian Equation, comicsalliance.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *