Cara Pemimpin Berkomunikasi

Cara Pemimpin Berkomunikasi

Cara Pemimpin Berkomunikasi. Tahun 2020 adalah tahun yang produktif bagi Elon Musk. Produktivitasnya tercermin dari hasil yang dicapainya. Saham Tesla yang $360 di pertengahan maret 2020 kini mencapai $1400 per lembar. Tesla diprediksi banyak pengamat akan menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan di masa depan di bawah kepemimpinannya. Hasil ini tentu saja bukan kerja semalam dan perorangan. Ia adalah akumulasi dari apa yang dilakukan di waktu-waktu sebelumnya baik berupa perencanaan strategi, cara mengeksekusi dan cara komunikasinya. Salah satu hal yang bisa ‘diintip’ dari Elon Mask adalah email yang dikirim kepada seluaruh pegawainya yang memberikan enam tips produktivitas dan komunikasi sebagai berikut:

  1. Rapat yang berlebihan adalah ‘penyakit buruk’ bagi perusahaan besar dan akan menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Jangan hadiri rapat besar, kecuali Anda yakin rapat tersebut akan memberikan nilai tambah kepada seluruh peserta yang hadir. Jika hal itu tidak bisa dilakukan, buatlah rapat yang sangat singkat. Semua rapat yang tidak secara langsung menghasilkan pendapatan atau penghematan – baik dalam bentuk keputusan penting atau rencana tindakan – adalah pemborosan.
  2. Hentikan sering mengadakan rapat, bila perlu hilangkan, kecuali menghadapi situasi yang sangat penting. Frekuensi Rapat harus dikurangi (termasuk review, rangkuman dan diskusi) begitu masalah penting tadi diselesaikan. Jika mengadakan rapat seharusnya cukup satu agenda saja dan membutuhkan keputusan group untuk mengambil keputusan. Misal: Menentukan tanggal launching produk atau memiliih penyedia software untuk meredesign database. Dan cukup 1 kali rapat untuk membahasnya.
  3. Silahkan meninggalkan rapat jika urusan Anda sudah selesai. Tidak apa-apa pergi meski rapat belum selesai. Yang jadi masalah jika kita membuang waktu seseorang dengan memintanya untuk tinggal di rapat meski urusannya sudah selesai.
  4. Berhenti menggunakan akronim dan buzzwords (jargon). Secara umum, kata Elon Musk, “sesuatu yang membutuhkan penjelasan menghambat komunikasi.” Kami tidak ingin orang harus menghafal singkatan ini itu untuk menjalankan pekerjaan di Tesla. Memang singkatan menghemat waktu. Tapi bagi mereka yang tidak familiar dengan hal itu akan diam ketika itu disampaikan, atau ia bertanya dengan resiko dianggap bodoh. Komunikasi yang baik adalah: jelas, singkat dan to the point terutama komunikasi antar fungsi atau departemen. Itulah cara pemimpin berkomunikasi, karena hal itu memungkinkan semua orang bisa berkontribusi.
  5. Berhenti mengikuti rantai komando (komunikasi). “Komunikasi harus berjalan melalui jalur terpendek yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, bukan melalui ‘rantai komando’,” tulis Musk. “Setiap manajer yang mencoba untuk menegakkan komunikasi rantai komando akan segera menemukan diri mereka bekerja di tempat lain.” (maksudnya: dipecat). Tips ini tampaknya mudah dan bagus secara teori, tetapi sulit dijalankan. Hanya pemimpin yang percaya diri yang merasa nyaman dilewati (bypass). Dengan kata lain jika ada dua orang, satunya yang punya masalah dan satunya yang bisa memecahkan masalah, maka anjurkan komunikasi langsung diantara mereka. Dan buatlah orang yang di bypass merasa nyaman dengan kondisi ini. Dan Anda tidak perlu hadir disitu agar tahu segala sesuatunya.
  6. Hentikan membatasi komunikasi yang terjadi antar departemen. “Sumber utama masalah adalah komunikasi yang buruk antar departemen,” tulis Musk. “Cara untuk mengatasi ini adalah memungkinkan aliran informasi bebas antar semua tingkatan antar departemen. Contoh: “Jika, untuk menyelesaikan sesuatu antar departemen, seseorang harus berbicara dengan manajer mereka, lalu manajer berbicara dengan direktur, lalu direktur berbicara dengan VP, lalu VP yang berbicara dengan VP lain, lalu VP lain berbicara dengan direktur, lalu direktur berbicara dengan seorang manajer, lalu manajer yang berbicara dengan seseorang yang bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut, maka hal-hal yang sangat bodoh akan terjadi.
  7. Hentikan mengikuti aturan-aturan yang bodoh. “Secara umum, selalu pilih akal sehat sebagai panduan Anda,” tulis Musk. Salah satu cara untuk membangun budaya akal sehat adalah dengan memainkan “Kill a Stupid Rule.” Tanyakan saja: “Jika Anda bisa menghilangkan atau mengubah semua aturan bodoh yang menghambat untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, apa aturan itu dan bagaimana Anda akan melakukannya?” Lakukan apa pun untuk menyederhanakan proses dan membebaskan karyawan untuk melakukan pekerjaan nyata – dan menciptakan budaya di mana setiap orang tetap fokus untuk menemukan cara agar lebih produktif.

sumber & gambar: Electrek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *