C.O.R.E. Pembentuk Jiwa Kreatif

C.O.R.E. Pembentuk Jiwa Kreatif

Oleh: Jordan E Ayan.

Untuk mempelajari cara mengembangkan dan meningkatkan kreativitas, maka kita harus mulai untuk mengembangkan jiwa kreatif. Kreativitas bukanlah semata-mata fungsi kemampuan intelektual atau ketrampilan khusus seperti bakat musik atau olahraga. Ia bisa dibentuk dan ditingkatkan. Ada empat unsur dasar pembentuk jiwa kreatif yang disingkat dengan C.O.R.E. yaitu: Cari Tahu, Olah Keterbukaan, Resiko, Energi. Keempat unsur ini merupakan inti jiwa kreatif yang melekat pada semua orang semenjak lahir.

Cari Tahu: Kekuatan Bertanya
Rasa ingin tahu adalah kebutuhan utama jiwa kreatif. Tanpa adanya minat pada apa yang bisa diberikan di dunia ini, apa yang menjadikan segala sesuatu berfungsi, gagasan apa yang dimiliki orang lain, kita tidak memiliki alasan untuk kreatif. Rasa ingin tahulah yang mendorong seseorang untuk menyelidiki bidang baru atau mencari cara mengerjakan sesuatu dengan lebih kreatif dan lebih baik. Charles Handy dalam The Age of Unreason mengatakan bahwa, “Kebutuhan bisa jadi merupakan induk penemuan hal-hal yang sebelumnya tidak ada, namun rasa ingin tahu adalah induk penemuan hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya.”

Akan tetapi, dengan menghilangnya rasa ingin tahu, hilang pula sebagian besar kemampuan berkreasi. Suatu kehidupan yang didalamnya hanya berisi rutinitas tidak akan memunculkan ide kreatif.

Olah Keterbukaan: Bersikap Fleksibel dan Menyukai Hal Baru
Sama halnya dengan rasa ingin tahu, sikap keterbukaan merupakan elemen penting dalam mengembangkan jiwa kreatif. Dengan bersikap terbuka, kita mampu menerima ide baru dan memadukannya ke dalam otak kita. Jika kita hanya mau menerima keyakinan yang sudah baku, kita tak akan pernah merasa tertantang untuk mencari sesuatu yang baru dan menjelajah hal-hal baru.

Orang-orang kreatif terbuka terhadap gagasan dan hal-hal baru. Kreativitas tumbuh dan mekar jika kita membangunnya di atas wawasan orang lain. Jika kita menutup diri, mengabaikan atau mengolok-olok orang lain maka kita tidak akan pernah meninggalkan zona kenyamanan dan menemukan dunia yang baru.

Adalah ironis bahwa banyak orang merasa sulit membuka diri. Begitu mereka mendapatkan masukan yang tidak sejalan mereka menutup diri dan mengkritik, menolaknya dan menganggap hal itu sebagai ide buruk dan sulit dimengerti dan bertolak belakang dengan sistem keyakinan yang sudah ada. Dan olah karenanya kita menjadi takut, Dalam dunia bisnis, umumnya orang-orang sudah mulai mengutarakan keberatan dalam waktu 10 detik untuk menanggapi bahwa ide baru tersebut tidak mungkin dijalankan.

Resiko: Keberanian Meninggalkan Zona Nyaman
Jiwa kreatif juga menuntut keberanian menanggung resiko. Bahkan, jika tak berani menanggung resiko, ada banyak prestasi kreatif yang tidak akan pernah terjadi. Para penulis menanggung resiko saat karya mereka dicetak, dijilid lalu di pajang di toko-toko. Demikian pula dengan penerbit (menanggung resiko buku tidak laku), toko buku (resiko space) dan pembeli buku (resiko buku jelek), semuanya menanggung resiko.

Keberanian menanggung resiko ini terkait erat dengan zona nyaman. Jika berani menanggung resiko berarti kita berani meninggalkan zona nyaman untuk bertemu dengan ide dan gagasan cemerlang yang akan melejitkan jiwa kreatif. Jika kita hidup dalam zona nyaman maka kita mengabaikan tantangan potensial yang bisa jadi akan mengantar kita kepada pengalaman dan gagasan yang baru dan kreatif.

Energi: Pendorong Kerja dan Pemercik Energi Kreatif
Sifat pamungkas yang dibutuhkan jiwa kreatif adalah energi. Energi adalah percik api yang menyalakan jiwa. tanpa adanya energi mental yang cukup, maka perburuan kreatif kita akan tidak sempurna karena kekeliruan logika dan pemikiran jangka pendek yang mustahil bisa diterapkan. Tanpa adanya energi fisik yang cukup gagasan kreatif tidak akan dapat dijalankan dan terkurung dalam lemari yang berkarat. Tanpa energi dari gelombang otak, mustahil kreativitas terwujud.

Istilah energi juga menyangkut seberapa besar hasrat kita (passion) dalam melakukan sesuatu. Semakin kita mencintai sesuatu maka energi yang dikeluarkan semakin besar dan kita akan jadi semakin kreatif.

sumber: Jordan E Ayan, Bengkel Kreativitas, Penerbit Kaifa, 2002
gambar: nicefun.net
C.O.R.E. Pembentuk Jiwa Kreatif

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *