Bluetooth, sejarah & asal-usulnya

Bluetooth, sejarah & asal-usulnya

Bluetooth hingga kini masih ada sebagai salah satu fitur dalam perangkat teknologi yang kita gunakan seperti HP. Fitur ini dulu banyak digunakan sekitar tahun 2000-an. Fitur ini memungkinkan penggunanya bisa mengirim gambar atau data tanpa perlu menggunakan kabel penghubung. Ia digunakan dalam jaringan kawasan pribadi atau personal area networks (PAN). Bluetooth dipelopori oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba. Mereka membentuk SIG, Special Interest Group yang meluncurkan produk ini pada tahun 1999. Saat ini lebih dari 1800 perusahaan bergabung dalam sebuah konsorsium adopter teknologi ini.

Nama bluetooth diambil dari nama raja di akhir abad sepuluh, Harald Blatand (Abad 10) yang di Inggris juga dijuluki Harald Bluetooth kemungkinan karena memang giginya berwarna biru gelap. Harald “Blåtand” Gormsson (Nordik Kuno: Haraldr blátǫnn Gormsson, bahasa Denmark: Harald Blåtand Gormsen) (lahir sekitar tahun 935 masehi) adalah seorang raja Denmark dan Norwegia. Dia adalah anak dari Raja Gorm yang Tua dan Thyra Dannebod. Dia meninggal sekitar tahun 985 ketika sedang menjabat sebagai Raja Denmark sejak tahun 958 dan Raja Norwegia untuk beberapa tahun sekitar 970-an. Di masa pemerintahannya ia berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaannya. Kemampuannya sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth yang bisa menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer personal dan telepon genggam.

Menurut legenda, ia mendapatkan julukan “Bluetooth” (gigi biru) dari kecintaannya terhadap buah blueberry, yang kalau dimakan akan meninggalkan noda berwarna biru tua pada gigi pemakannya. Logo Bluetooth disusun dari Alfabet Rune Nordik untuk inisial namanya, yakni huruf H dan B (Harald Blatand).

Teknologi ini kini paling umum untuk menguhubungkan perangkat nirkabel ke smartphone, tablet atau laptop. Untuk melakukan ini kita hanya perlu perangkat yang mendukung komunikasi dengan bluetooth. Beberapa perangkat itu antara lain: headset, keyboard, gamepad printer dan mouse.

Dari berbagai sumber. Gambar: tribunnews




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *