Belajar dari Asia Newton

Belajar dari Asia Newton

Oleh: Iwan Pramana

Belajar dari Asia Newton.
“Super Business Girl is the name of my company that I started when I was 5 years old. My parents help me make the candles I sell, but I have a larger vision of helping other kids become entrepreneurs like myself!
My Mission is to recognize the true potential in every child and to develop intrinsic security that makes optimum use of their individual talent.”

Itu adalah kata pembuka saat kita masuk ke situs www.superbusinessgirl.com, mantab ya? Dan kalau melihat videonya di You tube, kesan pertama yang akan kita tangkap dia adalah anak yang ramah, semangat, dan antusias.

Asia dikenal sebagai entrepreneur termuda di Detroit, Amerika Serikat. Selain menjual lilin sebagai produk utamanya yang dipasarkan secara door to door ia juga menjual mug, t-shirt, topi, dan beberapa merchandise lain. Cita citanya adalah membuka toko di Detroit, menjadi walikota termuda serta kuliah di kampus impiannya di Michigan, tempat kelahirannya. Berkat kegigihan dan keuletannya, di dalam usianya yang masih sangat belia, ia telah menjadi bintang di beberapa acara TV unggulan seperti: Ellen Degeneres Show, America’s Got Talent, Disney World’s Cinderella Stage, MSNBC, 20/20 ABC News bukan karena ia bisa ngelucu, ngelawak yang gak jelas -seperti beberapa acara tv swasta Indonesia yang streaming tiap hari- atau juga bukan karena imut dan cantik. Tapi karena dedikasinya untuk apa yang dicita-citakannya sangat besar dan mulia. Menembus segala logika manusia dewasa.

Pepatah dari negeri tirai bambu mengatakan “Jika Muridnya siap, gurunya akan datang”. Demikian pula yang terjadi dengan Asia. Tanpa disadarinya, suatu hari ia menjual lilinnya kepada seseorang yang bekerja di sebuah yayasan pengembangan bisnis pemula (startup). Melihat apa yang dilakukan Asia dengan Super Business Girlnya, mereka kemudian membantunya dengan memberikan ruang kerja secara gratis, bimbingan serta mentoring. Di tempat itu, Asia mendapatkan dukungan penuh, termasuk pula dari anak-anak lain yang ingin belajar dari Asia dengan cara menjual produk. Walau pun demikian, tidak dipungkiri bahwa ada masa-masa di mana tidak semua orang membeli apa yang ditawarkannya. Di saat saat seperti itu, sebaiknya kita tidak menyerah, “..karena kesempatan akan meninggalkan kita jika kita menyerah begitu saja”, ujar Asia.

Sekali lagi fakta ini membuktikan kepada kita semua bahwa ada hukum kekekalan energi untuk apa pun yang kita lakukan. Yang baik, akan selalu berbuah baik. Pada akhirnya, semua hasil jerih payah kita akan terbayar.

Walaupun Asia Newton “hanya” menjual lilin sebagai produk utamanya, namun lihatlah bagaimana ia mengkampanyekan produknya:
Super Business Girl
I sell the world’s best candles

Ayo semangat!
Belajar dari Asia Newton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *