Baru yang lama – ada yang tidak pernah berubah

Baru yang lama – ada yang tidak pernah berubah

Oleh: Iwan Pramana.

Kira-kira di pagi yang cerah beberapa hari yang lalu saya mencoba mengadakan eksperimen lama yang pernah dilakukan oleh banyak orang lain. Sederhana: Saya ambil dua jumput nasi yang masih layak konsumsi, kemudian saya masukkan ke dalam dua plastik terpisah. Diluarnya saya beri tulisan BAIK dan di plastik satunya lagi – saya beri tulisan JELEK. Keduanya kemudian saya segel.

Setelah itu, dengan segenap jiwa (cie..cie…) plastik dengan tulisan BAIK saya beri energi positif: Saya mengingat semua hal baik, dan saya tumpahkan ke plastik BAIK tersebut. Sebaliknya, ke plastik dengan tulisan JELEK, saya tumpahkan semua rasa kesal, jengkel dan sebagainya.

Sehari, dua hari, tiga hari,.. lho kok tidak ada perubahan? Hingga akhirnya saya pergi beberapa hari keluar kota dan baru kembali dua hari lalu. Total sudah 6 hari. Tidak ada perubahan. Hmm.. jangan-jangan ada yang salah, jangan-jangan bohong lagi, atau medianya salah(?).

Dihari ke sembilan, di sore hari..
Eeee.. baru beberapa menit lalu saya pulang dan tiba-tiba saya terkejut melihat isi plastik itu,”Lho, kok satunya sudah berubah?”

baru yang lama

Eksperimen ini pertama kali di populerkan – sebagian besar dengan media air – oleh Masaru Emoto, yang dengan jelas menangkap kristal air yang berubah menjadi segi enam sempurna dengan beragam pola ketika diberikan label BAIK padanya. Sementara, dengan label sebaliknya akan terjadi bentuk kristal yang tidak beraturan.

Ini menunjukkan bahwa energi yang kita berikan bisa ‘ditangkap’ oleh media tersebut. Hmm.. bayangkan apa yang terjadi jika tubuh kita yang sebagian besar terdiri atas air ini diberikan kata-kata buruk, pikiran-pikiran buruk, dan tindakan-tindakan buruk oleh orang lain maupun diri kita sendiri.

Sebaliknya, energi baik yang kita lakukan itu menular dan bisa menghambat energi yang buruk. Semangat, keramah-tamahan, keterbukaan, selalu membantu dan lain sebagainya akan tinggal di dinding-dinding, pintu, hingga udara… itulah sebabnya saat kita bertemu seseorang atau masuk ke suatu ruangan ada yang rasanya nyaman / enak ada yang tidak.

Kalau Anda lihat gambar kristal air yang banyak bertebaran di internet, Anda akan lebih memahami bahwa kata-kata yang kita sampaikan akan berpengaruh terhadap kristal air yang terbentuk. Karena itu, perlakuan kita kepada orang lain sangat mempengaruhi kondisi dirinya. Jika setiap hari orang dijejali dengan kata-kata yang ‘bodoh’, maka kemungkinan akan menjadi ‘bodoh’ akan membesar dibanding menjadi ‘pintar’. Demikian pula jika setiap hari kata-kata baik yang anda ucapkan, maka hal baik pulalah yang akan Anda dapatkan.

Jakarta, November 2013.
Penulis adalah fasilitator & program designer untuk pelatihan. Profil bisa di klik disini.
gambar: spiritscienceandmetaphysics.com
Baru yang lama – ada yang tidak pernah berubah
 

  1. Hebaaaaaaat pak iwaaaaaaaaan.. Satu hal yang sangat baik untuk menuju sukses.. Salam Hebaaaaaaaat.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *