Apakah Dunia Digital Mengancam Pekerjaan Kita?

Apakah Dunia Digital Mengancam Pekerjaan Kita?

Era hari ini adalah era digital. Era di mana banyak sendi kehidupan kita, baik di rumah maupun di kantor, telah diwarnai dan dipengaruhi oleh teknologi digital. Contoh paling mudah adalah saat kita hendak bepergian dengan transportasi umum yang biasanya kita kenal dengan sebutan taksi, kini bisa didapat penggantinya yang bernama taksi on-line atau taksi daring. Hanya dengan ketukan jari di hp kita, maka kendaraan taksi daring bisa muncul di depan rumah kita—siap mengantar kita ke tempat tujuan.

Tak hanya transportasi roda empat, yang beroda-dua pun sangat mudah didapatkan. Itulah kemajuan teknologi digital dan pengaruhnya pada kehidupan kita. Salah satu istilah yang banyak muncul diakibatkan dari kemajuan teknologi digital adalah “disruption.” Disruption maksudnya mengganggu model bisnis konvensional yang sudah berjalan baik. Bisnis yang terganggu akhirnya menurun kondisinya, yang berujung kebangkrutan. Bangkrutnya perusahaan mengakibatkan hilangnya pekerjaan.

Sampai-sampai di negara-negara maju telah banyak pekerjaan yang telah diambil oleh teknologi ini. Paling banyak ditemukan di pabrik-pabrik yang memang membutuhkan presisi tinggi dan rutinitas tinggi. Tetapi juga di dunia layanan pun sudah ada “pengambil-alihan” oleh mesin pintar atau Artificial Intelligence terhadap pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan manusia.

Situasi baru yang tidak menyenangkan ini membuat banyak pekerja mulai berpikir apakah pekerjaan saya masih aman dalam 5 – 10 tahun ke depan? Banyak ahli mengatakan bahwa meskipun bakal ada pekerjaan-pekerjaan yang hilang karena kemajuan teknologi digital, masih akan tetap ada atau tumbuh peluang pekerjaan baru yang menyesuaikan dengan perubahan dunia.

keterampilan dunia digital

Sebuah survei baru-baru ini oleh perusahaan konsultan PwC di lima negara (Cina, India, Jerman, Inggris, dan AS) menunjukkan bahwa menghadapi masa depan yang berubah, ternyata ketrampilan utama yang sangat diperlukan dalam karir bukanlah ketrampilan digital. Ketrampilan digital menempati urutan ke-7. Yang utama adalah kemampuan beradaptasi, disusul dengan kemampuan memecahkan masalah, lalu ketrampilan bekerja-sama, kemudian emotional intelligence, kreativitas & inovasi, dan ketrampilan memimpin. Bisa dilihat dalam diagram disamping.

Dengan demikian, kita yang di Indonesia pun tidak perlu khawatir dengan kemajuan teknologi digital. Asalkan kita rajin mengasah diri dalam enam ketrampilan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *