Air Untuk Bumi

Air Untuk Bumi

Air Untuk Bumi. Siapa sih yang tidak mengetahui air, semua orang tahu air bahkan hewan dan tumbuhan mengetahui air. Air sangat di butuhkan untuk semua makhluk di bumi ini. tak bisa membayakan jika di bumi tidak ada air pasti makhluk di bumi ini tak bisa menjalani hidup. Apa kalian tau bagaimana air bisa ada? Nah, dalam hal ini akan kita bahas apa itu air dan apa sih manfaat air.

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang ada di bumi. Air di bumi dua jenis yaitu air tawar dan air laut. Untuk mendapatkan air tawar tersebut diperlukan sebuah proses yang dinamakan osmosis terbalik, yaitu suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membrane saring (id.wikipedia.org/wiki/air).

Air memiliki sifat yang penting untuk kehidupan makhluk hidup. Makhluk hidup memiliki ketergantungan terhadap air. Bagi manusia dan hewan, air merupakan zat pelarut yang penting dalam proses metabolisme. Sedangkan bagi tumbuhan, air dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi (id.wikipedia.org/wiki/air). Dalam hal ini manfaat air bagi kehidupan makhluk hidup sangatlah besar. Air memang tak bisa di pisahkan oleh kehidupan makhluk hidup.

Air termasuk kedalam sumber daya alam yang dapat diperbarui namun diperlukan pencariannya yang lebih besar. Dalam UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup “disebutkan bahwa konservasi sumber daya alam adalah pengelolaan sumber daya alam tak terbaharui untuk menjamin kesinambungan ketersediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilainya”. Air termasuk kedalam konservasi sumber daya alam pada konservasi air, air sangat di perlukan sebagai sumber daya alam yang terdapat dalam program memelihara, merehabilitasi, menjaga, dan memanfaatkan sumber-sumber air secara efektif dan efisien untuk kesejahteraan masyarakat (http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/buleboni/article/view/5056).

Jika kita dapat mempelajari kehidupan air, kita ibaratkan air sebagai seorang pekerja keras. Dimanapun air berada, ia akan tetap tenang terhadap sebagai macam hal yang menimpanya. Air tak pernah menyerah terhadap masalah apa pun yang menimpanya, air tetap menerimanya, malah air memberikan manfaat untuk orang di sekitarnya. Betapa hebatnya air untuk bumi kita ini. namun tahukah kalian bagaimana perasaan air jika air adalah makhluk yang bisa bicara? Apakah air akan marah, sedih, bahagia, atau kecewa terhadap kita? Nah mari kita lihat kisah fiksi air.

Suatu malam yang dingin ada sebuah makhluk yang hidup sendiri di dalam hutan. Makhuk ini bernama Air. Air tak pernah mengetahui bagaimana ia bisa di dalam hutan. Air hidup sebatang kara, tidak ada ayah atau pun ibu. Namun ia memiliki teman yang bernama Honi dan Mimi. Honi adalah sebuah pohon yang besar yang memiliki batang yang kokoh dan juga daun yang lebat. Sedangkan Mimi adalah seorang kelinci yang gembul dan berwajah lucu. Ketiganya hidup bersama-sama di dalam hutan.

Suatu ketika ketiga makhluk ini sedang berjalan-jalan di hutan, mereka dihadang oleh makhluk besar yang bernama manusia. Namun mereka tidak mengetahui bahwa yang sedang mereka hadapi adalah seorang manusia karena di dalam hutan manusia jarang terlihat. Manusia ini bernama Bumi, ia bukanlah manusia yang jahat. Bumi seorang manusia yang baik, hanya saja dia tersesat pada saat ia sedang melakukan perkemahan bersama ayah dan ibunya. Mereka akhirnya berkenalan dan menjadi teman akrab.

Suatu ketika, Bumi bertemu ayah dan ibunya. ia lalu pulang bersama keduanya. Air, Honi dan Mimi menjadi bersedih atas kepergian Bumi dari hutan ini. Hari demi hari mereka jalani tanpa adanya Bumi. Hingga pada suatu saat Air merasa merindukan bumi. Tiba-tiba ia memiliki rencana sendiri untuk menemui Bumi di rumahnya. Tetapi air tidak membicarakannya kepada Honi dan Mimi.

Air meninggalkan hutan dan kedua temannya, ia berjalan menyusuri hutan. Di tengah jalan melihat ada sebuah pohon yang kering yang hampir mati, lalu air mendekatinya.

“ Wahai pohon apakah yang sedang terjadi denganmu?”

”Saya sangat kehausan. Ranting dan daun saya sudah kering dan saya merasa hidup saya sudah tidak lama lagi.” Merasa kasihan dengan pohon itu air memberikan air yang berada di tubuhnya.

“Ini saya berikan untuk anda wahai pohon, semoga bisa memberi manfaat bagimu.” Pohon pun mengucapkan terimah kasih banyak atas pemberian dari air.

“Wahai air kau ingin kemana?” tanya pohon. Air memberi tahu rencananya dia menemui Bumi. Namun kendalanya, ia tidak mengetahui dimana rumah bumi. Tiba-tiba pohon teringat beberapa waktu yang lalu ia melihat ada seorang anak, dengan ibu dan ayahnya berjalan di dekat pohon tinggal. Lalu diberitahulah air ke mana arah berjalannya Bumi.

Air pun melanjutkan perjalanannya sesuai petunjuk pohon. Berkilo-kilo meter ia menumpuh perjalanan, tiba-tiba air dikagetkan dengan kedua temannya yang ternyata dari tadi mengikutinya dari belakang. Akhirnya mereka berjalan bersama-sama mencari rumah Bumi. Tibalah mereka di sebuah perkampungan tempat Bumi berada. Namun perkampungan itu begitu memprihatinkan. Tanahnya begitu gersang, makhluk hidupnya banyak yang mati dan manusianya banyak yang meninggal karena penyakit busung lapar. Ketiga teman ini begitu sedih dan merasa iba terhadap kampung tersebut.

Air memiliki ide untuk membuat kampong tersebut menjadi hidup kembali. Tiba-tiba air mendapat kabar buruk terjadi pada Bumi. Rumah bumi dilanda kebakaran hebat. Air segera berlari menuju rumah bumi. Di situlah ia mengeluarkan energinya dengan menyiramkan air ketempat rumah yang terbakar itu dengan segenap tenaga yang di punya. Akhirnya api yang membakar rumah Bumi pun padam. Namun hanya bumi yang selamat dari kebakaran tersebut, sang ayah dan ibu bumi meninggal dunia.

Bumi merasa sendirian karena sudah tidak memiliki tempat untuk tinggal. Namun di saat itulah air dan teman-temannya menawarkan bumi untuk tinggal di tempat mereka di hutan. Di ajaklah bumi kembali ke hutan tempat air dan teman-temannya tinggal. Jalan setapak demi setapak bumi lewati dengan penuh rasa sedih karena telah ditinggal orangtuanya. Setelah sampai hutan bumi merasa lapar dan haus. Namun air bingung apa yang harus air berikan kepada bumi karena air tidak pernah makan. Namun, mimi dan honi pasti mengetahui dimana tempat mencari makanan. Mereka pun segera bergegas mencari makanan untuk bumi. Akhirnya mimi dan honi datang dengan penuh makanan. Dan mimi ternyata mendapatkan bibit pohon apel dan pohon rasberi. Setelah itu ditanamlah bibit-bibit itu di sekitaran rumah air agar bumi tak usah repot-repot mencari makanan lagi. Setiap pagi air rutin menyiram pohon-pohon itu dengan air yang ada di tubuhnya. Pohon-pohon itu tumbuh semakin besar. Mereka hidup saling tolong-menolong.

Suatu ketika air teringat dengan kejadian kampung yang terserang penyakit busung lapar. Air dan teman-teman segera menuju kampung tersebut dengan membawa bibit pohon apel, lalu bibit pohon mahoni yang honi ambil dari tubuhnya. Keesokan harinya air, mimi, honi, dan bumi menuju tempat tersebut. Setelah sampai mereka segera bergegas menanam bibit-bibit yang mereka bawa. Setelah selesai mereka kembali ke hutan. Setelah beberapa tahun kampung tersebut menjadi makmur, hasil bibit-bibit itu tumbuh besar dan hasilnya mereka jual untuk kehidupan sehari-hari.

Dari cerita diatas kita dapat belajar dari air. Ia memiliki banyak manfaat untuk makhluk di bumi ini. Air juga tidak pernah mengeluh atas hidupnya yang sebatang kara, malah air merasa bahagia bahwa air memiliki teman-teman yang baik dan air memberikan manfaat untuk orang di sekitarnya.  

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/air, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1997, tentang pengelolaan lingkungan hidup. gambar: Photo by Samara Doole on Unsplash

Penulis: Dinda Ayu Rahardiani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *